Eien No Ai
Hi, namaku Hikaru Ramona.
Aku berdarah Japan dan Eropa juga Amerika.
Aku lahir di Osaka, tepatnya 28 december 1995.
Aku bersekolah di Tokyo SHS.
Kini aku akan menceritakan tentang kisahku :)
***
Aku ingat, saat pertama kali masuk SMU ini, rasanya percaya tidak percaya!
Rasanya berat meninggalkan Osaka! Tapi? Yah, kapan lagi aku bisa bersekolah di sekolah Mewah ini dengan gratis?
Ya, aku mendapatkan beasiswa. Syukurlah, kehidupanku di sini tidak jauh berbeda dengan di lingkunganku "kemarin"
Aku tinggal bersama grandma dan grandpa disini :) orangtua ku tetap harus bekerja di Osaka.
***
Tingtooong...
Bel sekolah berbunyi,
Aku berlari menuju kelas, karena aku masih di koridor kelas 1-2
Kelasku di 1-3.
Saat aku berlari, bruuugh! Aku menabrak seseorang.
"Ah, membuat waktuku terhambat saja." Kataku dalam hati.
"M....maaf" kata orang tersebut.
"Iya, tak apa, maaf aku terburu2" kataku sambil membereskan barangku yg jatuh.
"Ok"
Aku mulai bangun dan berlari menuju kelasku (lagi), aku sempat menoleh kearah belakang, hanya ingin memastikan orang tersebut siapa. Karena aku tadi tidak sempat melihatnya!
Tapi, kurasa ia senior kelas 2. Aaaah yasudahlah! Itu tidak penting.
***
Jam pertama, pelajaran menulis kanji. Huh! Membosankan. Lalu aku mengambil buka harianku yang berwana kuning.
"Lebih baik menulis disini" pikirku.
Saat aku membuka halaman pertama, aku lihat ada sebuah sapu tangan dengan inisial.
YR 11-2.
"Ah? Apa ini?" Tanyaku dalam hati
"Hmm mungkin milik senior yang tadi menabrakku, baiklah jam istirahat akan ku antar ini"
"Shizu?" Panggilku kepada sahabatku.
(Namanya Miruya Shizu, ia sahabatku sejak TK)
"Ada apa?" Tanya nya.
"Istirahat ini, antarkan aku ya" pintaku
"Kemana?"
"Antar aku ke kelas 11-2"
"Hah? Untuk apa ke tempat senior? Aku malu"
"Ya, kumohon. Tadi aku bertabrakan dengan senior dan barangnya terbawa oleh ku, kau mau mengantarkan ku kan?" Pinta aku
"Baiklah"
"Terima Kasih"
***
Ting tong ting!
Bel istirahat tiba. Aku ingin segera mengantarkan sapu tangan yg menyebalkan ini ke senior itu, -yang aku sendiri tidak tahu seperti apa orangnya-
Huh! Gara2 ini waktu makanku berkurang. Woho!
"Ayoo, kita kesana" ajakku pada shizu.
"Sebentar"
Sesampainya di ruang 11-2
"Maaf kakak! Apa disini ada kakak laki-laki berinisial YR?" Tanyaku pada kakak perempuan.
"Ah, ada. Yamada Rui, memang kenapa? Kau kenal? Atau ada perlu?" Tanyanya
"Aku ada perlu kakak! Bisakah aku bertemu dengannya?"
"Tunggu, aku akan memanggilnya, kau tunggulah disini saja"
"Terimakasih kak"
Selang beberapa waktu, orang berinisial YR keluar.
"Kyaaa~ tampannya ♥.♥ tapi? Kelihatannya menyebalkan" kataku dalam hati.
Yah, terlihat dari raut wajahnya yang sepertinya malas bertemu junior yang baru di kenal.
Ah! Apakah aku pintar menganalisis? Aku kan seperti detektif. Ahah lupakan saja.
"Ada apa ya? Sepertinya aku tidak mengenalmu" tanya kakak YR.
"Aku juga tidak mengenalmu" kataku sedikit kesal
"Lalu? Untuk apa kau kesini? Dan membuang waktuku?" Protesnya
"Kau ini! Jahat sekali, aku hanyai ingin memberimu ini" jawabku dengan wajah cemberut.
"Apa ini?"
"Lihat saja sendiri"
"Ooooh ini, dimana kau menemukan ini? Aku mencarinya, kupikir sudah hilang, ternyata ada di anak kecil sepertimu" ejeknya
"Hei, hei. Bukankah harusnya kau berterimakasih?"
"Baiklah anak kecil, terimakasih ya. Jadi? Urusan mu sudah selesai kan? Sihlakan pergi" usirnya
"Ok! Lagipula aku juga ingin segera pergi dari sini, dan mengambil makan siangku. Byeee"
***
Saat di ruang makan aku berfikir,
"Kenapa ia tidak menanyakan dimana aku menemukan itu? Apa sebelumnya ia sudah tau bahwa aku yg menabraknya tadi pagi? Eh? Apakah tadi ia bertanya? Aku tidak bisa mengingatnya dengan baik. Ah sudahlah, ini hanya membuatku makin pusing" pikirku dalam hati
"Shizu? Mari makaaaaan, aku kelaparan sekali karena kakak tadi ahaha"
"Iya iya"
"Selamat makan~ aaaaaam"
"Sihlakan" jawab shizu.
Setelah makan, aku kembali kekelas. Dan? Hah?
Aku kaget.
Ada kakak senior yang tadi di kelasku. Wah? Ada apa ya.
"Hei kakak! Mengapa kau ada disini?" Teriakku kepadanya
"Kenapa ada kau lagi? Jangan2 kau mebuntutiku ya? Jangan2 kau mengincar nyawaku?" Jawabnya.
"Hah? Buat? Buat apa ku lakukan hal itu, bodoh sekali~"
"Apa? Kau bilang aku apa?"
"Bodoh" jawabku datar.
"Uwoooo, kau menyebalkan sekali, junior tidak sopan"
"Lalu? Apa peduliku? Sihlakan lanjutkan aktifitasmu yg tidak jelas itu" aku menggerutu lalu pergi begitu saja.
Rasanya malas masuk jika masih ada kakak itu.
Ah, mengapa orang ganteng sepertinya sangat cuek!
Sangat di sayangkan.
Aiiiih, ngomong2 shizu kemana?
Lalu aku mencarinya, ke ruang makan.
"Shizuuuuu, kau dimana?" Aku teriak2.
"Hallo, kau ini berisik sekali, aku disini" jawab shizu sambil menyeretku keluar.
"Heee, maaf ya aku meninggalkanmu"
"Sudah biasa"
***
Jam pulang sekolah,
Aku segera keluar kelas sendiri, karena hari ini Shizu ada piket dulu.
"Aku pulang, tapi? Ingin ke toko buku dulu ah." Kataku.
Fiuuuuuh angin berhembus dingin sekali.
"Huh! Sekarang tanggal berapa sih? Rasanya cuaca hari ini dingin sekali" aku berbicara sendiri sambil melihat jam tangan digitalku yg ada kalendernya.
"Kyaaaa~ sekarang tanggal 5 december? Ini bohongkan? Cepat sekali. Berarti sebentar lagi natal. Sebentar lagi ulang tahun, sebentar lagi dapat banyak kado. Ah senangnya"
Akhirnya aku sampai di toko buku langgananku, yang biasanya bisa kuhabiskan waktu kosong di sini.
"Permisi" sapaku pada paman penjaga toko
"Sihlakan masuk" sapa paman.
"Paman? Apakah ada komik Detective Conan terbaru?"
"Ada, mari ikut aku..... Nah ini komiknya"
"Terima kasih paman, aku ambil ini satu"
"Baik, terimakasih, selamat datang lagi"
"Iya paman" senyumku.
Rasanya hari ini berbeda dengan sebelumnya, hari ini aku sangat cepat di toko buku. Aneh sekali :)
Yasudahlah, lebih baik aku cepat pulang.
***
Sesampainya dirumah,
"Nenek aku pulang" teriakku dari luar.
"Kau sudah pulang, segera ganti baju lalu kita makan bersama" ajak nenek.
"Baiklah"
Setelah makan siang aku minta ijin pada nenek untuk pergi ke taman, karena aku bosan dirumah.
"Nek, aku ketaman ya, aku ingin mencari udara sebentar"
"Iya, hati-hati ya"
"Iya nek"
***
Aaaah! Sudah lama tidak main keluar,
Di taman ramai tidak yah, sepertinya sepi karena cuaca yg sangat dingin.
Aku berjalan sendiri, angin nya dingin sekali. Kurasa hampir membuatku bekuuuuu!
Tiba-tiba. Bruuuuugh! Sesuatu yg keras menimpa kepalaku.
Ah lagi2! Mengapa sial sekali hari ini. Menyebalkan, sunggu membuatku kesal. Sekarang apalagi.
Eh? Ini BOLAAAA. Kau tau? Aku tidak suka bola.
"Hey!!! Bisa bermain bola tidak? Apa kau tidak mempunyai mata? Apa kau tidak melihatku yang begitu besar berjalan dengan jarak kurang dari 1meter di depanmu? Kau membuat kepalaku sakit" kataku dengan marah aaaargh.
"Maaf, sungguh minta maaf" katanya.
"Ck, baiklah. Tapi kau harus mengganti rugi ini semua" kataku.
Saat aku melihat ke arah nya. Aku kaget!!!! Dan dia pun kaget.
"KAUUUUU?!" Kata kami bersamaan.
"Bagaimana bisa? Kau? Kau lagi? Aku benar-benar seperti terkutuk bertemu dengan kau terus" katanya yg ternyata kak Rui.
"Ya Tuhan, maafkanlah dosa2ku, kenapa aku harus bertemu dengannya terus?"
"H-hei. Apa maksudmu?" Tanya kak Rui.
"Aku hanya berdoa pada Tuhan" jawabku enteng,
"Ya, aku tau. Baiklah aku minta maaf atas kejadian tadi dan tadi pagi" pintanya, tapi kurasa dia agak tidak yakin.
"Baiklah, byeee"
"Kau mau kemana anak kecil?" Tanya kak Rui.
"Aku ingin makan kue ikan, sepertinya enak dan hangat! Kau mau kak?"
"Ide bagus, aku ikut"
"Ayoo!"
***
Setelah membeli kue ikan, kami makan dan duduk di kursi taman dekat ia main bola sendirian seperti orang gila tadi,
"Kadang kau ini menyebalkan, tapi lucu" kak Rui membuka obrolan
"Kau yg menyebalkan kak"
"Enak saja"
"Lebih enak kue ikan ini daripada kau" ejekku
"Ha? Jadi maksudmu? Aku lebih buruk dari sebuah kue berbentuk ikan ini?"
"Iya hahaha"
Kamipun tertawa.
Ternyata kak Rui tidak seburuk yang aku duga, iya manis, tampan, baik tapi cuek.
Ok, cukup aku mebaguskan dia!
"Oh iya! Siapa namamu?" Tanya kak Rui.
"Heee? Oh iya kita belum kenalan. Namaku Hikaru Ramona, anak kelas 1-3 aku ikut club memasak"
"Oh, aku Yamada Rui, kelas 11-2, aku ikut club sepak bola"
"Ya, aku sudah tahu! Kak, sudah sore. Sebaiknya cepat pulang, malam ini pasti dingin sekali. Aku pulang duluan ya, byeee kak" aku pun pulang kerumah.
"Iya hati-hati, aku juga mau pulang"
***
Sesampainya dirumah.
Aku segera berendam air hangat di bak mandi, aaah enaknya~
Beruntungnya jadi orang jepang haha.
Setelah mandi aku makan malam bersama,
Dan karena besok minggu aku
Sesampainya dirumah.
Aku segera berendam air hangat di bak mandi, aaah enaknya~
Beruntungnya jadi orang jepang haha.
Setelah mandi aku makan malam bersama,
Dan karena besok minggu aku ingin pergi ke GrandParkHoliday, jadi? Segera ku-SMS Shizu.
To : Shizu
Shizu, maaf mengganggumu. Apakah besok kau ada acara? Aku ingin mengajakmu ke GPH besok. Apa kau mau? Aku mepunyai 2 tiket gratis dari pamanku,
Balas SMSku ya :)
-----------------------------
Selang beberapa waktu
Drrt, nananana.
Handphone-ku berbunyi, sepertinya balasan dari Shizu.
Segera ku buka handphone-ku.
From : Shizu
Ah sepertinya itu sangat menyenangkan! Tapi maaaf sekali Karu-chan, besok aku harus menemani mamaku belanja. Maaf ya, sungguh minta maaf.
-----------------------------
Ya, baiklah sedikit mengecewakan.
Mungkin besok aku pergi sendiri saja. Karena sayang jika tiketnya tidak di gunakan.
"Sudah malam, sebaiknya aku tidur" kataku.
***
Krrrriiiiiing! Kriiiiing.
Dugggh.
"Aaaah! Berisik, sakit." Teriakku.
Aku menjatuhkan alarmku karena berisik, tapi sial. Jatuh ke kepalaku.
"Hei, anak gadis cepat bangun! Kau ini berisik sekali, bukankah kau mau pergi? Kenapa jam segini baru bangun?" Tanya nenek.
"Benaaaaar! Aku mandi dulu"
-------------------------------------
Setelah mandi aku bersiap-siap untuk pergi, sekarang baru pukul 09.00. Mungkin aku sampai disana sekitar pukul 10.00. Setelah siap aku berjalan ke arah stasiun, karena aku naik kereta untuk menuju ke sana.
Saat di jalan, aku bertemu seseorang yg sepertinya ku kenal.
"Eh hai" sapanya.
"Hai, kakak! Mau kemana? Kenapa ya kita harus selalu bertemu di saat kebetulan" tanyaku heran
"Mana ku tau, oh iya ngomong2 kau mau kemana? Berdandan seperti itu?"
"Pertanyaanku belum di jawab, kau sudah bertanya lagi. Aku mau ke GrandParkHoliday, apakah aku cantik?"
"Ooo, aku juga tidak tau mau kemana. Kau pergi sendiri? Kau sangat jelek! Seperti bibi genit" ejeknya.
"H-hh, kauuuuu! Menyebalkan sekali. Tapi aku tidak terlihat seperti anak kecil kan? hmm iya aku pergi sendiri, tadinya aku bersama Shizu. Tapi ia harus mengantar mamanya belanja" jelasku panjang lebar.
"Aku sedang tidak ada kegiatan, boleh aku ikut?"
"Benarkah? Ada apa? Tumben kau mau menemani anak kecil?"
"Ah kau ini! Yasudah, aku tidak jadi ikut"
"Eh iya2, maaf hehe kebetulan aku punya 2tiket. Temani aku ya kak :D"
"Ayooo pergi sekarang" ajak kak Rui.
"Asiiiik"
"Aku lebih suka kau natural, kau lucu! Tapi begini juga kau cantik" kata Rui
"Terimakasih" aku menunduk, kau tau? Wajahku memerah.
"Wajahmu seperti tomat lucu sekali"
"Hhhh"
Kamipun tiba di stasiun, dan kami langsung mengambil tiket di mesin otomatis.
"Nih" kata Rui sambil memberikannya padaku.
"Ayo segera naik, sebentar lagi kereta berangkat. Aku tidak mau menunggu lebih lama hehe"
"Ok"
***
Hampir setengah jam kami di kereta, akhirnya kamipun tiba.
Aku segera masuk dan memberikan tiketku kepada kakak penjaga!
Tanpa sengaja aku menarik tangan kak Rui.
"Kakak, ayo masuk! Aku ingin segera bermain"
"Baiklah, kau ini seperti anak kecil saja"
"Untuk hari ini ;)" manjaku.
"Dasar, padahal dandanan kau sudah seperti orang dewasa"
Ya Tuhan, aku malu sekali. Tapi aku senang.
"Biarkan~" kataku cuek.
--------------------------------------
Setelah masuk, aku melihat stand Es Krim, kelihatannya enak sekali~
Aku mengajak kak Rui untuk membelinya.
"Kakak, aku mau es krim itu, bagaimana kalau kita membelinya dulu"
Tanpa menunggu jawaban kak Rui, aku segera menarik tangannya.
"Kakak, es krimnya hmm......" Kataku kepada kakak penjual es krim.
"Kak Rui, mau tidak? Tanyaku pada kak Rui.
"Boleh, biar aku yang mentraktirmu belikan aku dengan rasa yang sama denganmu. Ini uangnya" kata Kak Rui sambil memberiku 500yen.
"Asiiiik, terimakasih kak."
"Kakak, aku mau eskrimnya 2, dengan rasa Vanila chocho chip, dan mint. 2 scoop ya kak, ini uangnya" kataku kepada kakak penjual es krim.
"Terimakasiih" kata kakak penjual.
***
Kami berjalan sambil makan es krim. Kami mendapatkan famlet, peta GPH dari penjaga tiket tadi.
Aku melihat ada rumah hantu.
"Kakak! Bagaimana jika habis makan es krim kita ke rumah hantu itu?" Ajakku.
"He? Serius? Paling kau ketakutan?"
"Enggak kok kak! Ya ya?"
"Baiklah"
--------------------------------------
Asiiiik, akhirnya kami mengantri di antrian rumah hantu.
Semoga aku berani, haha!
"Nah, ayo masuk! Katanya kau berani" ajak kak Rui.
"Eeh? Iya kak" jawabku sedikit ragu.
Jreng jreng hooooo~
Lagu rumah hantu itu sangat menyeramkan. Aku ketakutan! Ok. Aku berjalan berpegangan pada kak Rui, tapi mataku tertutup. Aku tidak berani melihat apapun.
Haaaa.
***
Setelah keluar dari rumah hantu,
"Haha! Mukamu pucat seperti hantu tadi. Kau ketakutan yah? Hah. Kau ini, hanya hantu seperti itu saja sudah ketakutan. Kikikik" kata kak Rui.
"Iyaaaaaa! Tadi itu, sungguh menyeramkan!"
--------------------------------------
Ok, cerita ini aku cepatkan saja ya!
Setelah berjalan2 dan bermain, kami pulang kerumah.
Dan harus belajar untuk besok. Sungguh membosankan.
Saat dirumah, entah! Pikirannku jauh melayang kepada kak Rui.
"Kenapa? Apa ada yang salah? Apa aku mulai jatuh cinta? Tapi? Siapa? Kak Rui? Tidak mungkin. Hahhh-h. Kurasa aku benar2 mnyukainya" kacau ku dalam hati.
***
Ini sudah senin loh! Hari sekolah, memakai seragam lagi, malasnya. Aku masih ingin tidur, masih ingin bermimpi.
Huh!
"Aku barangkat nek"
"Iya hati-hati di jalan"
--------------------------------------
Aku datang di sekolah lebih awal dari biasanya, karena ada piket.
Setelah membereskan kelas aku berjalan2 di sekitar sekolah.
Aku melihat kak Rui sedang asik mengobrol (yang aku tau, kak Rui itu selalu datang pagi) dengan kaka perempuan yang waktu itu, kalau tidak salah namanya Maruya Mari.
Oh Tuhan, mengapa aku cemburu melihat mereka berdua begitu akrab! Ada apa?
Siapa sebenarnya kakak itu? Apa hubungan mereka?
Aku meghelas hafas panjang, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
--------------------------------------
Jam istirahat tiba,
Aku ke kantin sendiri, akhir2 ini shizu sepertinya sangat sibuk, entah apa yg ia kerjakan.
Aku melihat kak Rui, yang sepertinya sedang mencari seseorang.
Aku pura-pura tidak melihatnya,
Tapi? Ternyata kak Rui memanggilku.
"Haaai, Karu-chan!"
"Eh hai. Ada apa?" Jawabku cuek sekali~
"Kau ini kenapa? Nanti pulang ada yang ingin kubicarakan"
"Baiklah"
Aku tidak jadi makan, rasanya ada yang aneh, perasaanku tidak enak! Aku takut! Takut sekali.
"Kak, aku pergi ke kelas dulu"
"Loh? Makan siangmu bagaimana?"
"Aku tidak lapar!"
"Kau sakit?" Tanya kak Rui yg sepertinya khawatir.
"Iya, rasanya begitu menusuk" sambil aku pergi.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, tapi yg penting pulang sekolah ini kau datang ya, di bawah pohon kesemak di belakang sekolah"
***
Jam pulang telah tiba, aku segera ke belakang sekolah untuk menemui kak Rui.
Rupanya kak Rui sudah menungguku.
Kenapa? Jatungku berdetak kencang, aku takut! Rasanya ingin menangis di bahunya. Tapi apa yang harus kutangisi.
"Hai karu, kau lama sekali" kata Rui.
"Maaf, tadi ada urusan sebentar"
"Kau ini kenapa? Seperti tidak ada semangat! Sungguh berbeda dari biasanya. Kau sakit? Aku cemas, kau sudah seperti adikku, walau terkadang menyebalkan hehe"
"Hh, tidak! Aku baik2 saja. Jadi apa yang mau. kau bicarakan?"
"Apa kau mengenal Maruya Mari?"
Ah lagi2 dia, apa benar firasatku, bahwa.... Sudah lupakan.
"Iya aku tau kak. Ada apa?" Tanyaku.
"Bagaimana menurutmu?"
"Apanya?" Tanyaku makin penasaran.
"Ya, bagaimana menurut mu Mari-chan?"
"Oh, dia sangat baik, cantik. Cuma itu yg aku tahu kak. Memangnya kenapa?"
"Apakah aku cocok dengannya?" Tanyanya semangat.
"I-iya, kau tampan dia cantik. Sangat serasi" daaaaan firasatku benar, ok saat ini perasaanku hancur, aku tersenyum getir.
Aku menahan air mata yg sepertinya sudah berkumpul di pelupuk mata.
Oh Tuhan! Kenapa harus seperti ini. Aku tahu, awalnya aku memang benci dia, aku malas harus selalu bertemu, dan cuma dalam waktu kurang lebih 3hari, Kau membuatku mencintainya! Tapi sekarang? Mengapa begini? Apa ini yang terbaik? Apa ini sudah takdir?
Angin berhembus dingin. Ya seperti hati aku yang beku!
Aku terdiam dengan waktu yang cukup lama. Dan kak Rui tetap bercerita, namun aku sama sekali tidak mendengarkannya.
Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yg kacau sekarang.
"Hai, karu-chan, apa kau mendengarkanku?" Tanya Rui.
"Ah iya, maaf kak. Apa yang kau bicarakan tadi?"
"Kau ini, sudahlah, aku akan mentraktirmu, karena aku telah pacaran dengan Mari-chan" jawabnya senang.
"Hah? (Aku kaget sekali, namun kucoba tenang) selamat ya kak!"
"Terimakasih anak kecil"
"Mungkin traktirnya kapan2 saja kak, aku capek sekali, aku permisi, pulang duluan" sambil pergi meniggalkan kak Rui.
"Iya, hati-hati"
--------------------------------------
Saat di jalan pulang,
Aku tidak bisa menahan air mata, mengapa rasa itu datang begitu cepat, kenapa Tuhan tidak membiarkan aku membencinya saja, kenapa aku harus bertemu dengannya, kenapa semuanya begitu menyakitkan, apa ia tau perasaanku? Ya Tuhan, tolong hilangkan perasaan ini. Sudahlah, ini sudah yang terbaik, semoga kak Rui bahagia. Mulai sekarang aku akan sedikit menghindar darinya. Aku ingin melupakannya!
Esoknya,
Aku seperti biasa berangkat ke sekolah.
Aku melihat pemandangan yang cukup menykitkan, kau tau? Yaaaaaa Kak Rui.
Hmmm sudahlah!
***
Saat di kelas aku hanya melamun, aku sama sekali tidak mendengarkan pelajaran hari ini.
"Hei, kau kenapa? Kau sakit?" Tanya shizu.
"Ah, aku tidak2 kenapa2"
--------------------------------------
Saat bel isitirahat berbunyi, aku hanya menghabiskan waktu di ruang UKS untuk berbaring.
Aku sama sekali tidak nafsu makan.
mungkin mau sakit, jadi begini.
Oh iya, jam pelajaran terakhir renang, di gabung dengan kelas 11-2.
Knp kebetulan lagi?
Ah lagipula pak guru ini menyebalkan sekali. Musim dingin masih saja di suruh renang.
***
Jam terakhr pun tiba.
Aku berganti baju renang,
Fiuuuuuh, dingin sekali brrr!
"Hai, anak kecil. Kau pucat sekali" tanya Rui padaku.
"Hai, mungkin kering karena dingin" jawabku yang juga dingin.
Karena kesal melihat Kak Rui yang dari tadi berduaan dengan kak Mari, aku pun meceburkan diri ke kolam,
Tanpa pemanasan,
Beberapa menit kemudian aku merasakan kaki ku kram sekali.
Rasanya seperti tenggelam!
Aku meminta tolong,
Namun kurasa semua sedang pemansan. Tolong, siapa saja yang mendengarku, tolong aku.
Heniiiing! Gelap, semua terasa gelap.
Tapi, di kejauhan seperti ada malaikat yang menyalamatkan ku, tidak begitu jelas. Yang pasti aku di gendong dan di bawa ke atas. Malakat tampan!
Ternyata itu adalah kak Rui, yg dengan panik langsung memberikan Pertolonga Pertama, iya memompa perutku.
"Uhuk uhuk" aku tersadar.
"Kau baik2 saja?" Tanya kak Rui panik.
"Aaah, mana malaikat tadi? Aku dimana?"
"Malaikat? Kau bermimpi ya? Tadi kau tenggelam di kolam renang, lalu aku angkat kau"
"Ah, terimakasih"
"Sama2, kau sudah makan sebelum renang? Pemansan?" Tanya Kak Rui.
Aku menggeleng.
"Anak kecil, tetap anak kecil, selalu nakal" ejeknya.
"Sudah sebaiknya kau beristirahat di UKS, jangan ikut pelajaran ini dulu, kau minta makan saja di UKS, Rui antar dia" perintah pak Guru.
"Baik pak" jawab Rui siap.
Saat aku dan Rui berjalan menuju UKS,
Seseorang memanggil Rui.
"Eh, kau mau kemana Rui? Romantis sekali, jalan berdua sambil rangkulan seperti itu?" Tanya cewek itu yg ternyata Kak Mari.
"Kau jangan salah paham, aku hanya mengantar anak ini ke UKS, apa kau tidak lihat? Ia sedang sakit. Mana boleh kubiarkan. Apalagi dia sudah ku anggap adikku sendiri" bela Rui.
"Oh jadi kau membela anak ini?" Sepertinya Kak Mari cemburu, padahal mereka baru 1 hari berpacaran,
Akupun ikut membuka mulut.
"Sudah2, lebih baik aku ke UKS sendiri, terimakasih kak bantuannya" kataku.
"Apa kau bisa? Kau tak apa2? Mari, biar ku bantu" tanya kak Rui. Sepertinya ia cemas sekali.
"Aku bisa sendiri kak. Pergilah"
"Baik, hati-hati ya"
"Iya terimakasih"
Bisa dilihat, kak Mari tersenyum, ia tersenyum seperti telah memenangkan sesuatu dengan licik.
Tuhan? Mengapa engkau memberikan kak Rui yg begitu baik kepada org seperti itu? Ah mungkin itu hanya firasatku.
Aku berjalan sendiri menuju UKS. Pusing sekali.
Ayo sebentar lagi sampai.
***
Aku sudah dirumah,
Loh? Apa yang terjadi? Mengapa aku disni?
Ini kamarku?
Semuanya membuatku bingung.
Hah! Ada apa ini sebenarnya.
Aku memanggil nenek.
"Neeek! Nenek" teriakku. Rasanya lemas sekali.
Nenek tidak mendengarku sepertinya, lalu aku bangkit dari tempat tidurku, untuk mencari nenek!
Aaaah pusing sekali. Semuanya serasa tidak menyenangkan.
Nenek kemana? Kok sepi sekali. Sudahlah sebaiknya aku beristirahat saja.
"Ah aku lapar, ingin makan.. Tapi dirumah sangat sepi. Nenek kemana ya? Aku coba cari deh"
Aku mencarinya ke ruang tamu tidak ada, dapur tidak ada, toilet pun tidak ada, nenek dimana ya! Apa aku ke kamarnya saja? Baiklah aku coba ke kamarnya.
Tapi aku tidak menemukan nenek, aku hanya melihat sebuah surat di atas meja.
Karena penasaran aku buka dan aku baca surat tersebut.
Aku shock sekali. Aku menangis membaca surat itu.
Rasanya tidak percaya.
Aku pun mengembalikan surat itu! Lalu kembali ke kamar, entah rasa laparku hilang. Aku benar2 terkejut.
***
Keesokan harinya, nenek sedang membuat sarapan.
Aku tidak bertanya tentang kemana kemarin dan tentang surat itu. Aku pura2 tidak mengetahuinya.
Setelah sarapan aku berangkat ke sekolah.
Seperti biasa (lagi) aku menjalani rutinitasku.
Tapi jam pulang ada club memasak. Mungkin aku akan pulang telat.
Tiba-tiba saja saat aku akan mengambil tasku untuk ke club memasak, aku merasakan sakit di bagian kepala. Sakit sekali.
Tapi kucoba bertahan
Aku jalan dengan sempoyongan.
Hingga akhirnya bruuuugh! Semua terlihat gelap.
Samar-samar kumendengar suara Shizu.
"Bangun, Karu-chan bertahanlah. Dokter sebentar lagi datang" kata Shizu panik.
Dokter? Sebenarnya aku ini dimana?! Kenapa harus ada dokter. Padahal aku baik2 saja.
--------------------------------------
Saat aku siuman, aku meliha Shizu tertidur duduk di sampingku.
"Shizu, bangun!" Kataku membangunnkannya.
"Ah syukurlah kau sudah sadar, aku cemas sekali. Kau tidak apa2?"
"Maaf menggangumu, aku tidak apa2. Tapi kenapa aku disini? Ini dimana? Sepertinya asing bagiku"
"Kau di rumah sakit, tadi saat di sekolah kau pingsan, 2jam kau tak sadarkan diri. Maka kau di bawa ke sini, oya kata dokter kau tak boleh kecapaian" jelas Shizu.
aku hanya tersenyum.
"Nenek mana? Apakah aku boleh pulang?" Tanyaku.
"Nenek mu sedang berbicara pada dokter, sebaiknya kau tetap disini, kau masih blm stabil"
"Baiklah, terimakasih telah menemaniku"
"Sama2 karu-chann. oh aku pulang dulu ya ada urusan, maaf tak bisa lama" shizu berpamitan pulang.
"Iya hati-hati dijalan"
Sepi lagi, apa kabar kak Rui ya, apa dia tau aku disini. Paling iya juga tidak akan peduli.
Sudahlah.
--------------------------------------
Nenek memasuki kamarku,
Akhirnya aku menceritakan kejadian kemarin,
Nenek pun menangis. Dia meminta maaf karena baru memberi tahuku sekarang.
Nenek bilang bahwa mulai sekarang aku harus menerima semua ini, ini sudah takdir. Nenek bilang aku harus kuat.
Dan nenek memberiku obat yang sangat banyak. Mungkin jika kau lihat rasanya seperti berjualan.
Tapi, sudahlah. Ini yg terbaik. Aku yakin. Aku akan menuruti semua kata-kata nenek.
***
Aku sudah di perbolehkan pulang,
Malam ini aku duduk sendiri di dekat jendela kamarku, aku memandangi bintang yg cantik.
Aku melihat bintang jatuh, segera ku meminta permohonan kepada bintang jatuh.
"Semoga terkabul" kataku lirih.
Angin malam dingin sekali sangat menusuk.
Jadi kuputuskan untuk tidur saja.
***
1tahun berlalu!
Aku masih dengan obat2an ku.
Ingat saat satu tahun lalu.
Ini hari dimana kencan pertamaku dengan kak Rui.
Mungkin ia sudah lupa.
Kak Rui masih dengan kak Mari.
Tapi banyak gosip yg bilang, kak Mari selingkuh, tapi kak Rui tidak mengetahuinya. Kasian sekali.
Padahal masih ada yg sayang dengannya tulus :)
Tapi dia tidak akan pernah sadar, dan menganggapku hanya adiknya!
Sudah setahun belakangan ini aku menjauh darinya.
***
Saat aku berjalan melewati kelasnya aku melihat mereka seperti bertengkar! Kelas 3 ini, kak Rui dan kak Mari tdak lagi sekelas.
Tapi aku hanya lewat begitu saja.
Aku tidak mau melihatnya.
Tapi sepertinya kak Rui melihatku.
Iya memanggilku dan berjalan ke arahku. Tanpa peduli dengan kak Mari.
"Karu-chan tunggu!" Teriak kak Rui.
Aku diam di tempatku dan menunggu kak Rui.
"Ada apa kak?" Tanyaku saat ia ada di hadapanku.
"Ayo kita pergi, aku ingin mengajakmu jalan! Kau ingat? Aku masih punya janji satu tahun yang lalu? Saat pertama kali aku berpacaran dengan Mari yg menyebalkan itu"
"Kakak kenapa? Ada apa dengan hubungan kalian?"
"Aku putus! Dia benar2 selingkuh. Sungguh sakit sekali. Tapi hanya kau yg bisa menghiburku"
Aku tersenyum menahan tangis.
Aku dan kak Rui berjalan ke sebuah taman.
Kak Rui menceritakan bnyk hal yg sangat percuma selama berpacaran dgn kak Mari. Aku hanya tersenyum dan menjadi pendengar yg baik. Dia juga meminta maaf karena jarang punya waktu buatku lagi.
Aku bilang, aku tidak apa2.
Dan aku berbohong (lagi) karena sebenarnya aku sangan membutuhkannya.
"Karu-chan, kau bnyk berubah ya, kau sudah tidak periang seperti dulu, dan mengapa kau memakai topi tebal begini di saat musim panas kemarin? Mungkin kalau sekarang wajar karena musim dingin" kak Rui bertanya yg membuatku sedikit bingung untuk menjawab karena dulu ia pernah menanyakan hal yg sama seperti ini.
"Aku? Aku masih sama seperti dulu kak. Ini aku :)" aku tersenyum.
"Kau pucat sekali"
"Mungkin karena dingin saja" kataku.
Kami terdiam,
Aku membuka pembicaraan.
"Katanya kakak mau mentraktirku? Aku ingin es krim kak" pintaku.
"Tapi? Dingin2 begini?"
"Iya kak" aku menganggung manja.
"Baiklah, ayo kita beli es krim"
Kami pun tiba di stand es krim.
Saat aku mau memesan es krim, ucapanku di potong oleh kak Rui.
"Tolong es krimnya 2, rasa vanila chocho chip dan mint, 2 scoop ya" kata kak Rui semangat.
"Bagaimna kakak tau rasa es krim kesukaanku?" Tanyaku heran.
"Kau ingat satu tahun lalu? Saat kita ke GreenPark? Kau membeli es krim dengan rasa ini, aku sangat hapal saat pertama kali kita kencan, aku selalu mengingatnya, dan saat ini hal itu terulang lagi, jujur saja aku kangen denganmu" jelas kak Rui.
Aku tercengang, rasanya tidak percaya, aku kira hanya aku yang ingat, aku kira hanya aku yang tau!
Ternyata semua salah. Aku sangat terharu. Dan lagi-lagi rasa tidak mau kehilangan ini muncul lagi.
Kak rui memberikan es krim nya kepadaku.
"Terimakasih kak" kataku.
"Sama-sama, mari duduk situ" ajaknya.
"Baiklah"
Kami mengobrol dengan suka cita, hingga akhrnya semuanya tidak lagi menyenangkan ketika aku merasa ada yg mengalir dari hidungku. Dan aku merasa sakit kepalaku muncul lagi.
Seketika semuanya gelap (lagi). Semuanya kosong. Aku sendiri di kegelapan ini.
Aku merasa semuanya menangis, dan aku melihat seseorang yg bersinar mengajakku pergi.
"Mungkin aku sudah mati" kataku dalam hati.
***
13 December 2011
Pemakaman Hikaru Ramona, di selimuti gerimis salju.
Rui, Shizu, Kakek, Nenek, Ayah, Ibu, Kak Mari. Semuanya berduka cita.
Satu persatu dari mereka pergi meniggalkan upacara pemakamanku.
Hanya tinggal nenek dan Rui.
Sebelum nenek pulang, nenek memberikan sesuatu kepada Rui.
"Nak, ini kotak buatmu dari Hikaru, " kata nenek yang langsung pergi.
Rui yg masih menangis karena sedih, membuka kotak tersebut, di dalamnya ada boneka teddy bear berpasangan buatan hikaru dan sepucuk surat berwarna kuning dengan aroma khas hikaru, dan buku harian Hikaru.
Ia langsung membuka dan membaca surat tersebut.
--------------------------------------
"Dear Kak Rui tersayang,
Kakak, mungkin jika kakak membaca surat ini. Aku sudah berada di alam yg berbeda dengan kakak. Tapi aku harap kakak jangan nangis ya? Aku tidak ingin melihatmu menangis.
Aku disini akan baik2 saja, aku akan selalu tersenyum buat kakak.
Sebenarnya! Aku menyukainmu, aku sangat mencintaimu. Tapi aku tidak bisa bilang, aku takut, karena aku tau kau hanya menganggapku adik perempuanmu. Kau tau? Aku cemburu melihatmu dengan kak Mari, aku sakit! Sakit sekali. Aku ingin membencimu, tapi itu terlalu kejam.
Aku ingin jujur padamu, tapi aku tidak bisa membiarkan kak Mari sakit, jika ia tau. Maka aku pendam saja perasaan ini dan ku anggap semuanya biasa saja.
Aku sangat ingat saat pertama kali kita bertemu. Ha ha lucu sekali ya, sangat aneh sekarang kita bisa begitu akrab.! Tapi aku sangat tidak menyesal dengan pertemuan kita saat itu.
Kak MAAF aku telah membohongimu selama ini, aku menyembunyikan sesuatu.. Aku mengidap penyakit kanker! Kanker otak. Dan kemarin sudah stadium lanjut!
Aku selalu memakain topi, karena rambutku botak akibat kemoterapi yg begitu menyebalkan dan menyakitkan.
Maaf aku menyembunyikan ini semua, aku tidak mau kau khawatr, aku tidak mau membebanimu.
Maafkan aku!
Aku sangat mencintaimu sampai saat ini. Sampai aku harus mati dan meninggalkan kakak. Tapi percayalah suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di surga, dan kita akan banyak makan es krim sepuasnya, tidak perlu lagi kita sekolah. Sangat menyenangkan bukan? Jadi kakak harus rela aku pergi. Aku akan baik2 saja. Jaga dirimu baik2 ya kak. Aku selalu ada di mana kakak berada, rasakanlah :) aku yg sekarang akan menjagamu.
Aku bahagia sekali bisa mengenalmu, dan kemarin di sisa2 hidupku bisa berkencan denganmu untuk ke dua kalinya.
Tapi kalau nanti kita bersama2 di surga! Kita akan selalu berkencan :D
Segini saja ya kak, aku capek menulis. Aku istirahat dulu. Daaaah kak.
aku sangat mencintaimu.
Salam cinta dariku,
Hikaru Ramona"
--------------------------------------
Rui menangis membaca suratku itu!
Lalu dengan senyum termanisnya iya melambaikan tangan pada kuburanku, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
aku berbisik kepada kak Rui,
"Senyumlah untukku, karena aku akan selalu tersenyum untukkmu!"
Rui mendengar samar2 suara itu,
***
Satu tahun kemudian, Rui lulus dari SMU itu.
Dan ia berencana untuk kerja di Amerika, dan hidup bahagia selamanya. Terkadang ia selalu menjengukku di jepang :)
--------------------------------------
Aku dan Dia, memang tidak akan pernah berasama menjalin hubungan.
Namun, hati aku dan dia akan selalu bersama! Hingga kami bersama di surga :')
THE END
Hi, namaku Hikaru Ramona.
Aku berdarah Japan dan Eropa juga Amerika.
Aku lahir di Osaka, tepatnya 28 december 1995.
Aku bersekolah di Tokyo SHS.
Kini aku akan menceritakan tentang kisahku :)
***
Aku ingat, saat pertama kali masuk SMU ini, rasanya percaya tidak percaya!
Rasanya berat meninggalkan Osaka! Tapi? Yah, kapan lagi aku bisa bersekolah di sekolah Mewah ini dengan gratis?
Ya, aku mendapatkan beasiswa. Syukurlah, kehidupanku di sini tidak jauh berbeda dengan di lingkunganku "kemarin"
Aku tinggal bersama grandma dan grandpa disini :) orangtua ku tetap harus bekerja di Osaka.
***
Tingtooong...
Bel sekolah berbunyi,
Aku berlari menuju kelas, karena aku masih di koridor kelas 1-2
Kelasku di 1-3.
Saat aku berlari, bruuugh! Aku menabrak seseorang.
"Ah, membuat waktuku terhambat saja." Kataku dalam hati.
"M....maaf" kata orang tersebut.
"Iya, tak apa, maaf aku terburu2" kataku sambil membereskan barangku yg jatuh.
"Ok"
Aku mulai bangun dan berlari menuju kelasku (lagi), aku sempat menoleh kearah belakang, hanya ingin memastikan orang tersebut siapa. Karena aku tadi tidak sempat melihatnya!
Tapi, kurasa ia senior kelas 2. Aaaah yasudahlah! Itu tidak penting.
***
Jam pertama, pelajaran menulis kanji. Huh! Membosankan. Lalu aku mengambil buka harianku yang berwana kuning.
"Lebih baik menulis disini" pikirku.
Saat aku membuka halaman pertama, aku lihat ada sebuah sapu tangan dengan inisial.
YR 11-2.
"Ah? Apa ini?" Tanyaku dalam hati
"Hmm mungkin milik senior yang tadi menabrakku, baiklah jam istirahat akan ku antar ini"
"Shizu?" Panggilku kepada sahabatku.
(Namanya Miruya Shizu, ia sahabatku sejak TK)
"Ada apa?" Tanya nya.
"Istirahat ini, antarkan aku ya" pintaku
"Kemana?"
"Antar aku ke kelas 11-2"
"Hah? Untuk apa ke tempat senior? Aku malu"
"Ya, kumohon. Tadi aku bertabrakan dengan senior dan barangnya terbawa oleh ku, kau mau mengantarkan ku kan?" Pinta aku
"Baiklah"
"Terima Kasih"
***
Ting tong ting!
Bel istirahat tiba. Aku ingin segera mengantarkan sapu tangan yg menyebalkan ini ke senior itu, -yang aku sendiri tidak tahu seperti apa orangnya-
Huh! Gara2 ini waktu makanku berkurang. Woho!
"Ayoo, kita kesana" ajakku pada shizu.
"Sebentar"
Sesampainya di ruang 11-2
"Maaf kakak! Apa disini ada kakak laki-laki berinisial YR?" Tanyaku pada kakak perempuan.
"Ah, ada. Yamada Rui, memang kenapa? Kau kenal? Atau ada perlu?" Tanyanya
"Aku ada perlu kakak! Bisakah aku bertemu dengannya?"
"Tunggu, aku akan memanggilnya, kau tunggulah disini saja"
"Terimakasih kak"
Selang beberapa waktu, orang berinisial YR keluar.
"Kyaaa~ tampannya ♥.♥ tapi? Kelihatannya menyebalkan" kataku dalam hati.
Yah, terlihat dari raut wajahnya yang sepertinya malas bertemu junior yang baru di kenal.
Ah! Apakah aku pintar menganalisis? Aku kan seperti detektif. Ahah lupakan saja.
"Ada apa ya? Sepertinya aku tidak mengenalmu" tanya kakak YR.
"Aku juga tidak mengenalmu" kataku sedikit kesal
"Lalu? Untuk apa kau kesini? Dan membuang waktuku?" Protesnya
"Kau ini! Jahat sekali, aku hanyai ingin memberimu ini" jawabku dengan wajah cemberut.
"Apa ini?"
"Lihat saja sendiri"
"Ooooh ini, dimana kau menemukan ini? Aku mencarinya, kupikir sudah hilang, ternyata ada di anak kecil sepertimu" ejeknya
"Hei, hei. Bukankah harusnya kau berterimakasih?"
"Baiklah anak kecil, terimakasih ya. Jadi? Urusan mu sudah selesai kan? Sihlakan pergi" usirnya
"Ok! Lagipula aku juga ingin segera pergi dari sini, dan mengambil makan siangku. Byeee"
***
Saat di ruang makan aku berfikir,
"Kenapa ia tidak menanyakan dimana aku menemukan itu? Apa sebelumnya ia sudah tau bahwa aku yg menabraknya tadi pagi? Eh? Apakah tadi ia bertanya? Aku tidak bisa mengingatnya dengan baik. Ah sudahlah, ini hanya membuatku makin pusing" pikirku dalam hati
"Shizu? Mari makaaaaan, aku kelaparan sekali karena kakak tadi ahaha"
"Iya iya"
"Selamat makan~ aaaaaam"
"Sihlakan" jawab shizu.
Setelah makan, aku kembali kekelas. Dan? Hah?
Aku kaget.
Ada kakak senior yang tadi di kelasku. Wah? Ada apa ya.
"Hei kakak! Mengapa kau ada disini?" Teriakku kepadanya
"Kenapa ada kau lagi? Jangan2 kau mebuntutiku ya? Jangan2 kau mengincar nyawaku?" Jawabnya.
"Hah? Buat? Buat apa ku lakukan hal itu, bodoh sekali~"
"Apa? Kau bilang aku apa?"
"Bodoh" jawabku datar.
"Uwoooo, kau menyebalkan sekali, junior tidak sopan"
"Lalu? Apa peduliku? Sihlakan lanjutkan aktifitasmu yg tidak jelas itu" aku menggerutu lalu pergi begitu saja.
Rasanya malas masuk jika masih ada kakak itu.
Ah, mengapa orang ganteng sepertinya sangat cuek!
Sangat di sayangkan.
Aiiiih, ngomong2 shizu kemana?
Lalu aku mencarinya, ke ruang makan.
"Shizuuuuu, kau dimana?" Aku teriak2.
"Hallo, kau ini berisik sekali, aku disini" jawab shizu sambil menyeretku keluar.
"Heee, maaf ya aku meninggalkanmu"
"Sudah biasa"
***
Jam pulang sekolah,
Aku segera keluar kelas sendiri, karena hari ini Shizu ada piket dulu.
"Aku pulang, tapi? Ingin ke toko buku dulu ah." Kataku.
Fiuuuuuh angin berhembus dingin sekali.
"Huh! Sekarang tanggal berapa sih? Rasanya cuaca hari ini dingin sekali" aku berbicara sendiri sambil melihat jam tangan digitalku yg ada kalendernya.
"Kyaaaa~ sekarang tanggal 5 december? Ini bohongkan? Cepat sekali. Berarti sebentar lagi natal. Sebentar lagi ulang tahun, sebentar lagi dapat banyak kado. Ah senangnya"
Akhirnya aku sampai di toko buku langgananku, yang biasanya bisa kuhabiskan waktu kosong di sini.
"Permisi" sapaku pada paman penjaga toko
"Sihlakan masuk" sapa paman.
"Paman? Apakah ada komik Detective Conan terbaru?"
"Ada, mari ikut aku..... Nah ini komiknya"
"Terima kasih paman, aku ambil ini satu"
"Baik, terimakasih, selamat datang lagi"
"Iya paman" senyumku.
Rasanya hari ini berbeda dengan sebelumnya, hari ini aku sangat cepat di toko buku. Aneh sekali :)
Yasudahlah, lebih baik aku cepat pulang.
***
Sesampainya dirumah,
"Nenek aku pulang" teriakku dari luar.
"Kau sudah pulang, segera ganti baju lalu kita makan bersama" ajak nenek.
"Baiklah"
Setelah makan siang aku minta ijin pada nenek untuk pergi ke taman, karena aku bosan dirumah.
"Nek, aku ketaman ya, aku ingin mencari udara sebentar"
"Iya, hati-hati ya"
"Iya nek"
***
Aaaah! Sudah lama tidak main keluar,
Di taman ramai tidak yah, sepertinya sepi karena cuaca yg sangat dingin.
Aku berjalan sendiri, angin nya dingin sekali. Kurasa hampir membuatku bekuuuuu!
Tiba-tiba. Bruuuuugh! Sesuatu yg keras menimpa kepalaku.
Ah lagi2! Mengapa sial sekali hari ini. Menyebalkan, sunggu membuatku kesal. Sekarang apalagi.
Eh? Ini BOLAAAA. Kau tau? Aku tidak suka bola.
"Hey!!! Bisa bermain bola tidak? Apa kau tidak mempunyai mata? Apa kau tidak melihatku yang begitu besar berjalan dengan jarak kurang dari 1meter di depanmu? Kau membuat kepalaku sakit" kataku dengan marah aaaargh.
"Maaf, sungguh minta maaf" katanya.
"Ck, baiklah. Tapi kau harus mengganti rugi ini semua" kataku.
Saat aku melihat ke arah nya. Aku kaget!!!! Dan dia pun kaget.
"KAUUUUU?!" Kata kami bersamaan.
"Bagaimana bisa? Kau? Kau lagi? Aku benar-benar seperti terkutuk bertemu dengan kau terus" katanya yg ternyata kak Rui.
"Ya Tuhan, maafkanlah dosa2ku, kenapa aku harus bertemu dengannya terus?"
"H-hei. Apa maksudmu?" Tanya kak Rui.
"Aku hanya berdoa pada Tuhan" jawabku enteng,
"Ya, aku tau. Baiklah aku minta maaf atas kejadian tadi dan tadi pagi" pintanya, tapi kurasa dia agak tidak yakin.
"Baiklah, byeee"
"Kau mau kemana anak kecil?" Tanya kak Rui.
"Aku ingin makan kue ikan, sepertinya enak dan hangat! Kau mau kak?"
"Ide bagus, aku ikut"
"Ayoo!"
***
Setelah membeli kue ikan, kami makan dan duduk di kursi taman dekat ia main bola sendirian seperti orang gila tadi,
"Kadang kau ini menyebalkan, tapi lucu" kak Rui membuka obrolan
"Kau yg menyebalkan kak"
"Enak saja"
"Lebih enak kue ikan ini daripada kau" ejekku
"Ha? Jadi maksudmu? Aku lebih buruk dari sebuah kue berbentuk ikan ini?"
"Iya hahaha"
Kamipun tertawa.
Ternyata kak Rui tidak seburuk yang aku duga, iya manis, tampan, baik tapi cuek.
Ok, cukup aku mebaguskan dia!
"Oh iya! Siapa namamu?" Tanya kak Rui.
"Heee? Oh iya kita belum kenalan. Namaku Hikaru Ramona, anak kelas 1-3 aku ikut club memasak"
"Oh, aku Yamada Rui, kelas 11-2, aku ikut club sepak bola"
"Ya, aku sudah tahu! Kak, sudah sore. Sebaiknya cepat pulang, malam ini pasti dingin sekali. Aku pulang duluan ya, byeee kak" aku pun pulang kerumah.
"Iya hati-hati, aku juga mau pulang"
***
Sesampainya dirumah.
Aku segera berendam air hangat di bak mandi, aaah enaknya~
Beruntungnya jadi orang jepang haha.
Setelah mandi aku makan malam bersama,
Dan karena besok minggu aku
Sesampainya dirumah.
Aku segera berendam air hangat di bak mandi, aaah enaknya~
Beruntungnya jadi orang jepang haha.
Setelah mandi aku makan malam bersama,
Dan karena besok minggu aku ingin pergi ke GrandParkHoliday, jadi? Segera ku-SMS Shizu.
To : Shizu
Shizu, maaf mengganggumu. Apakah besok kau ada acara? Aku ingin mengajakmu ke GPH besok. Apa kau mau? Aku mepunyai 2 tiket gratis dari pamanku,
Balas SMSku ya :)
-----------------------------
Selang beberapa waktu
Drrt, nananana.
Handphone-ku berbunyi, sepertinya balasan dari Shizu.
Segera ku buka handphone-ku.
From : Shizu
Ah sepertinya itu sangat menyenangkan! Tapi maaaf sekali Karu-chan, besok aku harus menemani mamaku belanja. Maaf ya, sungguh minta maaf.
-----------------------------
Ya, baiklah sedikit mengecewakan.
Mungkin besok aku pergi sendiri saja. Karena sayang jika tiketnya tidak di gunakan.
"Sudah malam, sebaiknya aku tidur" kataku.
***
Krrrriiiiiing! Kriiiiing.
Dugggh.
"Aaaah! Berisik, sakit." Teriakku.
Aku menjatuhkan alarmku karena berisik, tapi sial. Jatuh ke kepalaku.
"Hei, anak gadis cepat bangun! Kau ini berisik sekali, bukankah kau mau pergi? Kenapa jam segini baru bangun?" Tanya nenek.
"Benaaaaar! Aku mandi dulu"
-------------------------------------
Setelah mandi aku bersiap-siap untuk pergi, sekarang baru pukul 09.00. Mungkin aku sampai disana sekitar pukul 10.00. Setelah siap aku berjalan ke arah stasiun, karena aku naik kereta untuk menuju ke sana.
Saat di jalan, aku bertemu seseorang yg sepertinya ku kenal.
"Eh hai" sapanya.
"Hai, kakak! Mau kemana? Kenapa ya kita harus selalu bertemu di saat kebetulan" tanyaku heran
"Mana ku tau, oh iya ngomong2 kau mau kemana? Berdandan seperti itu?"
"Pertanyaanku belum di jawab, kau sudah bertanya lagi. Aku mau ke GrandParkHoliday, apakah aku cantik?"
"Ooo, aku juga tidak tau mau kemana. Kau pergi sendiri? Kau sangat jelek! Seperti bibi genit" ejeknya.
"H-hh, kauuuuu! Menyebalkan sekali. Tapi aku tidak terlihat seperti anak kecil kan? hmm iya aku pergi sendiri, tadinya aku bersama Shizu. Tapi ia harus mengantar mamanya belanja" jelasku panjang lebar.
"Aku sedang tidak ada kegiatan, boleh aku ikut?"
"Benarkah? Ada apa? Tumben kau mau menemani anak kecil?"
"Ah kau ini! Yasudah, aku tidak jadi ikut"
"Eh iya2, maaf hehe kebetulan aku punya 2tiket. Temani aku ya kak :D"
"Ayooo pergi sekarang" ajak kak Rui.
"Asiiiik"
"Aku lebih suka kau natural, kau lucu! Tapi begini juga kau cantik" kata Rui
"Terimakasih" aku menunduk, kau tau? Wajahku memerah.
"Wajahmu seperti tomat lucu sekali"
"Hhhh"
Kamipun tiba di stasiun, dan kami langsung mengambil tiket di mesin otomatis.
"Nih" kata Rui sambil memberikannya padaku.
"Ayo segera naik, sebentar lagi kereta berangkat. Aku tidak mau menunggu lebih lama hehe"
"Ok"
***
Hampir setengah jam kami di kereta, akhirnya kamipun tiba.
Aku segera masuk dan memberikan tiketku kepada kakak penjaga!
Tanpa sengaja aku menarik tangan kak Rui.
"Kakak, ayo masuk! Aku ingin segera bermain"
"Baiklah, kau ini seperti anak kecil saja"
"Untuk hari ini ;)" manjaku.
"Dasar, padahal dandanan kau sudah seperti orang dewasa"
Ya Tuhan, aku malu sekali. Tapi aku senang.
"Biarkan~" kataku cuek.
--------------------------------------
Setelah masuk, aku melihat stand Es Krim, kelihatannya enak sekali~
Aku mengajak kak Rui untuk membelinya.
"Kakak, aku mau es krim itu, bagaimana kalau kita membelinya dulu"
Tanpa menunggu jawaban kak Rui, aku segera menarik tangannya.
"Kakak, es krimnya hmm......" Kataku kepada kakak penjual es krim.
"Kak Rui, mau tidak? Tanyaku pada kak Rui.
"Boleh, biar aku yang mentraktirmu belikan aku dengan rasa yang sama denganmu. Ini uangnya" kata Kak Rui sambil memberiku 500yen.
"Asiiiik, terimakasih kak."
"Kakak, aku mau eskrimnya 2, dengan rasa Vanila chocho chip, dan mint. 2 scoop ya kak, ini uangnya" kataku kepada kakak penjual es krim.
"Terimakasiih" kata kakak penjual.
***
Kami berjalan sambil makan es krim. Kami mendapatkan famlet, peta GPH dari penjaga tiket tadi.
Aku melihat ada rumah hantu.
"Kakak! Bagaimana jika habis makan es krim kita ke rumah hantu itu?" Ajakku.
"He? Serius? Paling kau ketakutan?"
"Enggak kok kak! Ya ya?"
"Baiklah"
--------------------------------------
Asiiiik, akhirnya kami mengantri di antrian rumah hantu.
Semoga aku berani, haha!
"Nah, ayo masuk! Katanya kau berani" ajak kak Rui.
"Eeh? Iya kak" jawabku sedikit ragu.
Jreng jreng hooooo~
Lagu rumah hantu itu sangat menyeramkan. Aku ketakutan! Ok. Aku berjalan berpegangan pada kak Rui, tapi mataku tertutup. Aku tidak berani melihat apapun.
Haaaa.
***
Setelah keluar dari rumah hantu,
"Haha! Mukamu pucat seperti hantu tadi. Kau ketakutan yah? Hah. Kau ini, hanya hantu seperti itu saja sudah ketakutan. Kikikik" kata kak Rui.
"Iyaaaaaa! Tadi itu, sungguh menyeramkan!"
--------------------------------------
Ok, cerita ini aku cepatkan saja ya!
Setelah berjalan2 dan bermain, kami pulang kerumah.
Dan harus belajar untuk besok. Sungguh membosankan.
Saat dirumah, entah! Pikirannku jauh melayang kepada kak Rui.
"Kenapa? Apa ada yang salah? Apa aku mulai jatuh cinta? Tapi? Siapa? Kak Rui? Tidak mungkin. Hahhh-h. Kurasa aku benar2 mnyukainya" kacau ku dalam hati.
***
Ini sudah senin loh! Hari sekolah, memakai seragam lagi, malasnya. Aku masih ingin tidur, masih ingin bermimpi.
Huh!
"Aku barangkat nek"
"Iya hati-hati di jalan"
--------------------------------------
Aku datang di sekolah lebih awal dari biasanya, karena ada piket.
Setelah membereskan kelas aku berjalan2 di sekitar sekolah.
Aku melihat kak Rui sedang asik mengobrol (yang aku tau, kak Rui itu selalu datang pagi) dengan kaka perempuan yang waktu itu, kalau tidak salah namanya Maruya Mari.
Oh Tuhan, mengapa aku cemburu melihat mereka berdua begitu akrab! Ada apa?
Siapa sebenarnya kakak itu? Apa hubungan mereka?
Aku meghelas hafas panjang, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
--------------------------------------
Jam istirahat tiba,
Aku ke kantin sendiri, akhir2 ini shizu sepertinya sangat sibuk, entah apa yg ia kerjakan.
Aku melihat kak Rui, yang sepertinya sedang mencari seseorang.
Aku pura-pura tidak melihatnya,
Tapi? Ternyata kak Rui memanggilku.
"Haaai, Karu-chan!"
"Eh hai. Ada apa?" Jawabku cuek sekali~
"Kau ini kenapa? Nanti pulang ada yang ingin kubicarakan"
"Baiklah"
Aku tidak jadi makan, rasanya ada yang aneh, perasaanku tidak enak! Aku takut! Takut sekali.
"Kak, aku pergi ke kelas dulu"
"Loh? Makan siangmu bagaimana?"
"Aku tidak lapar!"
"Kau sakit?" Tanya kak Rui yg sepertinya khawatir.
"Iya, rasanya begitu menusuk" sambil aku pergi.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, tapi yg penting pulang sekolah ini kau datang ya, di bawah pohon kesemak di belakang sekolah"
***
Jam pulang telah tiba, aku segera ke belakang sekolah untuk menemui kak Rui.
Rupanya kak Rui sudah menungguku.
Kenapa? Jatungku berdetak kencang, aku takut! Rasanya ingin menangis di bahunya. Tapi apa yang harus kutangisi.
"Hai karu, kau lama sekali" kata Rui.
"Maaf, tadi ada urusan sebentar"
"Kau ini kenapa? Seperti tidak ada semangat! Sungguh berbeda dari biasanya. Kau sakit? Aku cemas, kau sudah seperti adikku, walau terkadang menyebalkan hehe"
"Hh, tidak! Aku baik2 saja. Jadi apa yang mau. kau bicarakan?"
"Apa kau mengenal Maruya Mari?"
Ah lagi2 dia, apa benar firasatku, bahwa.... Sudah lupakan.
"Iya aku tau kak. Ada apa?" Tanyaku.
"Bagaimana menurutmu?"
"Apanya?" Tanyaku makin penasaran.
"Ya, bagaimana menurut mu Mari-chan?"
"Oh, dia sangat baik, cantik. Cuma itu yg aku tahu kak. Memangnya kenapa?"
"Apakah aku cocok dengannya?" Tanyanya semangat.
"I-iya, kau tampan dia cantik. Sangat serasi" daaaaan firasatku benar, ok saat ini perasaanku hancur, aku tersenyum getir.
Aku menahan air mata yg sepertinya sudah berkumpul di pelupuk mata.
Oh Tuhan! Kenapa harus seperti ini. Aku tahu, awalnya aku memang benci dia, aku malas harus selalu bertemu, dan cuma dalam waktu kurang lebih 3hari, Kau membuatku mencintainya! Tapi sekarang? Mengapa begini? Apa ini yang terbaik? Apa ini sudah takdir?
Angin berhembus dingin. Ya seperti hati aku yang beku!
Aku terdiam dengan waktu yang cukup lama. Dan kak Rui tetap bercerita, namun aku sama sekali tidak mendengarkannya.
Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yg kacau sekarang.
"Hai, karu-chan, apa kau mendengarkanku?" Tanya Rui.
"Ah iya, maaf kak. Apa yang kau bicarakan tadi?"
"Kau ini, sudahlah, aku akan mentraktirmu, karena aku telah pacaran dengan Mari-chan" jawabnya senang.
"Hah? (Aku kaget sekali, namun kucoba tenang) selamat ya kak!"
"Terimakasih anak kecil"
"Mungkin traktirnya kapan2 saja kak, aku capek sekali, aku permisi, pulang duluan" sambil pergi meniggalkan kak Rui.
"Iya, hati-hati"
--------------------------------------
Saat di jalan pulang,
Aku tidak bisa menahan air mata, mengapa rasa itu datang begitu cepat, kenapa Tuhan tidak membiarkan aku membencinya saja, kenapa aku harus bertemu dengannya, kenapa semuanya begitu menyakitkan, apa ia tau perasaanku? Ya Tuhan, tolong hilangkan perasaan ini. Sudahlah, ini sudah yang terbaik, semoga kak Rui bahagia. Mulai sekarang aku akan sedikit menghindar darinya. Aku ingin melupakannya!
Esoknya,
Aku seperti biasa berangkat ke sekolah.
Aku melihat pemandangan yang cukup menykitkan, kau tau? Yaaaaaa Kak Rui.
Hmmm sudahlah!
***
Saat di kelas aku hanya melamun, aku sama sekali tidak mendengarkan pelajaran hari ini.
"Hei, kau kenapa? Kau sakit?" Tanya shizu.
"Ah, aku tidak2 kenapa2"
--------------------------------------
Saat bel isitirahat berbunyi, aku hanya menghabiskan waktu di ruang UKS untuk berbaring.
Aku sama sekali tidak nafsu makan.
mungkin mau sakit, jadi begini.
Oh iya, jam pelajaran terakhir renang, di gabung dengan kelas 11-2.
Knp kebetulan lagi?
Ah lagipula pak guru ini menyebalkan sekali. Musim dingin masih saja di suruh renang.
***
Jam terakhr pun tiba.
Aku berganti baju renang,
Fiuuuuuh, dingin sekali brrr!
"Hai, anak kecil. Kau pucat sekali" tanya Rui padaku.
"Hai, mungkin kering karena dingin" jawabku yang juga dingin.
Karena kesal melihat Kak Rui yang dari tadi berduaan dengan kak Mari, aku pun meceburkan diri ke kolam,
Tanpa pemanasan,
Beberapa menit kemudian aku merasakan kaki ku kram sekali.
Rasanya seperti tenggelam!
Aku meminta tolong,
Namun kurasa semua sedang pemansan. Tolong, siapa saja yang mendengarku, tolong aku.
Heniiiing! Gelap, semua terasa gelap.
Tapi, di kejauhan seperti ada malaikat yang menyalamatkan ku, tidak begitu jelas. Yang pasti aku di gendong dan di bawa ke atas. Malakat tampan!
Ternyata itu adalah kak Rui, yg dengan panik langsung memberikan Pertolonga Pertama, iya memompa perutku.
"Uhuk uhuk" aku tersadar.
"Kau baik2 saja?" Tanya kak Rui panik.
"Aaah, mana malaikat tadi? Aku dimana?"
"Malaikat? Kau bermimpi ya? Tadi kau tenggelam di kolam renang, lalu aku angkat kau"
"Ah, terimakasih"
"Sama2, kau sudah makan sebelum renang? Pemansan?" Tanya Kak Rui.
Aku menggeleng.
"Anak kecil, tetap anak kecil, selalu nakal" ejeknya.
"Sudah sebaiknya kau beristirahat di UKS, jangan ikut pelajaran ini dulu, kau minta makan saja di UKS, Rui antar dia" perintah pak Guru.
"Baik pak" jawab Rui siap.
Saat aku dan Rui berjalan menuju UKS,
Seseorang memanggil Rui.
"Eh, kau mau kemana Rui? Romantis sekali, jalan berdua sambil rangkulan seperti itu?" Tanya cewek itu yg ternyata Kak Mari.
"Kau jangan salah paham, aku hanya mengantar anak ini ke UKS, apa kau tidak lihat? Ia sedang sakit. Mana boleh kubiarkan. Apalagi dia sudah ku anggap adikku sendiri" bela Rui.
"Oh jadi kau membela anak ini?" Sepertinya Kak Mari cemburu, padahal mereka baru 1 hari berpacaran,
Akupun ikut membuka mulut.
"Sudah2, lebih baik aku ke UKS sendiri, terimakasih kak bantuannya" kataku.
"Apa kau bisa? Kau tak apa2? Mari, biar ku bantu" tanya kak Rui. Sepertinya ia cemas sekali.
"Aku bisa sendiri kak. Pergilah"
"Baik, hati-hati ya"
"Iya terimakasih"
Bisa dilihat, kak Mari tersenyum, ia tersenyum seperti telah memenangkan sesuatu dengan licik.
Tuhan? Mengapa engkau memberikan kak Rui yg begitu baik kepada org seperti itu? Ah mungkin itu hanya firasatku.
Aku berjalan sendiri menuju UKS. Pusing sekali.
Ayo sebentar lagi sampai.
***
Aku sudah dirumah,
Loh? Apa yang terjadi? Mengapa aku disni?
Ini kamarku?
Semuanya membuatku bingung.
Hah! Ada apa ini sebenarnya.
Aku memanggil nenek.
"Neeek! Nenek" teriakku. Rasanya lemas sekali.
Nenek tidak mendengarku sepertinya, lalu aku bangkit dari tempat tidurku, untuk mencari nenek!
Aaaah pusing sekali. Semuanya serasa tidak menyenangkan.
Nenek kemana? Kok sepi sekali. Sudahlah sebaiknya aku beristirahat saja.
"Ah aku lapar, ingin makan.. Tapi dirumah sangat sepi. Nenek kemana ya? Aku coba cari deh"
Aku mencarinya ke ruang tamu tidak ada, dapur tidak ada, toilet pun tidak ada, nenek dimana ya! Apa aku ke kamarnya saja? Baiklah aku coba ke kamarnya.
Tapi aku tidak menemukan nenek, aku hanya melihat sebuah surat di atas meja.
Karena penasaran aku buka dan aku baca surat tersebut.
Aku shock sekali. Aku menangis membaca surat itu.
Rasanya tidak percaya.
Aku pun mengembalikan surat itu! Lalu kembali ke kamar, entah rasa laparku hilang. Aku benar2 terkejut.
***
Keesokan harinya, nenek sedang membuat sarapan.
Aku tidak bertanya tentang kemana kemarin dan tentang surat itu. Aku pura2 tidak mengetahuinya.
Setelah sarapan aku berangkat ke sekolah.
Seperti biasa (lagi) aku menjalani rutinitasku.
Tapi jam pulang ada club memasak. Mungkin aku akan pulang telat.
Tiba-tiba saja saat aku akan mengambil tasku untuk ke club memasak, aku merasakan sakit di bagian kepala. Sakit sekali.
Tapi kucoba bertahan
Aku jalan dengan sempoyongan.
Hingga akhirnya bruuuugh! Semua terlihat gelap.
Samar-samar kumendengar suara Shizu.
"Bangun, Karu-chan bertahanlah. Dokter sebentar lagi datang" kata Shizu panik.
Dokter? Sebenarnya aku ini dimana?! Kenapa harus ada dokter. Padahal aku baik2 saja.
--------------------------------------
Saat aku siuman, aku meliha Shizu tertidur duduk di sampingku.
"Shizu, bangun!" Kataku membangunnkannya.
"Ah syukurlah kau sudah sadar, aku cemas sekali. Kau tidak apa2?"
"Maaf menggangumu, aku tidak apa2. Tapi kenapa aku disini? Ini dimana? Sepertinya asing bagiku"
"Kau di rumah sakit, tadi saat di sekolah kau pingsan, 2jam kau tak sadarkan diri. Maka kau di bawa ke sini, oya kata dokter kau tak boleh kecapaian" jelas Shizu.
aku hanya tersenyum.
"Nenek mana? Apakah aku boleh pulang?" Tanyaku.
"Nenek mu sedang berbicara pada dokter, sebaiknya kau tetap disini, kau masih blm stabil"
"Baiklah, terimakasih telah menemaniku"
"Sama2 karu-chann. oh aku pulang dulu ya ada urusan, maaf tak bisa lama" shizu berpamitan pulang.
"Iya hati-hati dijalan"
Sepi lagi, apa kabar kak Rui ya, apa dia tau aku disini. Paling iya juga tidak akan peduli.
Sudahlah.
--------------------------------------
Nenek memasuki kamarku,
Akhirnya aku menceritakan kejadian kemarin,
Nenek pun menangis. Dia meminta maaf karena baru memberi tahuku sekarang.
Nenek bilang bahwa mulai sekarang aku harus menerima semua ini, ini sudah takdir. Nenek bilang aku harus kuat.
Dan nenek memberiku obat yang sangat banyak. Mungkin jika kau lihat rasanya seperti berjualan.
Tapi, sudahlah. Ini yg terbaik. Aku yakin. Aku akan menuruti semua kata-kata nenek.
***
Aku sudah di perbolehkan pulang,
Malam ini aku duduk sendiri di dekat jendela kamarku, aku memandangi bintang yg cantik.
Aku melihat bintang jatuh, segera ku meminta permohonan kepada bintang jatuh.
"Semoga terkabul" kataku lirih.
Angin malam dingin sekali sangat menusuk.
Jadi kuputuskan untuk tidur saja.
***
1tahun berlalu!
Aku masih dengan obat2an ku.
Ingat saat satu tahun lalu.
Ini hari dimana kencan pertamaku dengan kak Rui.
Mungkin ia sudah lupa.
Kak Rui masih dengan kak Mari.
Tapi banyak gosip yg bilang, kak Mari selingkuh, tapi kak Rui tidak mengetahuinya. Kasian sekali.
Padahal masih ada yg sayang dengannya tulus :)
Tapi dia tidak akan pernah sadar, dan menganggapku hanya adiknya!
Sudah setahun belakangan ini aku menjauh darinya.
***
Saat aku berjalan melewati kelasnya aku melihat mereka seperti bertengkar! Kelas 3 ini, kak Rui dan kak Mari tdak lagi sekelas.
Tapi aku hanya lewat begitu saja.
Aku tidak mau melihatnya.
Tapi sepertinya kak Rui melihatku.
Iya memanggilku dan berjalan ke arahku. Tanpa peduli dengan kak Mari.
"Karu-chan tunggu!" Teriak kak Rui.
Aku diam di tempatku dan menunggu kak Rui.
"Ada apa kak?" Tanyaku saat ia ada di hadapanku.
"Ayo kita pergi, aku ingin mengajakmu jalan! Kau ingat? Aku masih punya janji satu tahun yang lalu? Saat pertama kali aku berpacaran dengan Mari yg menyebalkan itu"
"Kakak kenapa? Ada apa dengan hubungan kalian?"
"Aku putus! Dia benar2 selingkuh. Sungguh sakit sekali. Tapi hanya kau yg bisa menghiburku"
Aku tersenyum menahan tangis.
Aku dan kak Rui berjalan ke sebuah taman.
Kak Rui menceritakan bnyk hal yg sangat percuma selama berpacaran dgn kak Mari. Aku hanya tersenyum dan menjadi pendengar yg baik. Dia juga meminta maaf karena jarang punya waktu buatku lagi.
Aku bilang, aku tidak apa2.
Dan aku berbohong (lagi) karena sebenarnya aku sangan membutuhkannya.
"Karu-chan, kau bnyk berubah ya, kau sudah tidak periang seperti dulu, dan mengapa kau memakai topi tebal begini di saat musim panas kemarin? Mungkin kalau sekarang wajar karena musim dingin" kak Rui bertanya yg membuatku sedikit bingung untuk menjawab karena dulu ia pernah menanyakan hal yg sama seperti ini.
"Aku? Aku masih sama seperti dulu kak. Ini aku :)" aku tersenyum.
"Kau pucat sekali"
"Mungkin karena dingin saja" kataku.
Kami terdiam,
Aku membuka pembicaraan.
"Katanya kakak mau mentraktirku? Aku ingin es krim kak" pintaku.
"Tapi? Dingin2 begini?"
"Iya kak" aku menganggung manja.
"Baiklah, ayo kita beli es krim"
Kami pun tiba di stand es krim.
Saat aku mau memesan es krim, ucapanku di potong oleh kak Rui.
"Tolong es krimnya 2, rasa vanila chocho chip dan mint, 2 scoop ya" kata kak Rui semangat.
"Bagaimna kakak tau rasa es krim kesukaanku?" Tanyaku heran.
"Kau ingat satu tahun lalu? Saat kita ke GreenPark? Kau membeli es krim dengan rasa ini, aku sangat hapal saat pertama kali kita kencan, aku selalu mengingatnya, dan saat ini hal itu terulang lagi, jujur saja aku kangen denganmu" jelas kak Rui.
Aku tercengang, rasanya tidak percaya, aku kira hanya aku yang ingat, aku kira hanya aku yang tau!
Ternyata semua salah. Aku sangat terharu. Dan lagi-lagi rasa tidak mau kehilangan ini muncul lagi.
Kak rui memberikan es krim nya kepadaku.
"Terimakasih kak" kataku.
"Sama-sama, mari duduk situ" ajaknya.
"Baiklah"
Kami mengobrol dengan suka cita, hingga akhrnya semuanya tidak lagi menyenangkan ketika aku merasa ada yg mengalir dari hidungku. Dan aku merasa sakit kepalaku muncul lagi.
Seketika semuanya gelap (lagi). Semuanya kosong. Aku sendiri di kegelapan ini.
Aku merasa semuanya menangis, dan aku melihat seseorang yg bersinar mengajakku pergi.
"Mungkin aku sudah mati" kataku dalam hati.
***
13 December 2011
Pemakaman Hikaru Ramona, di selimuti gerimis salju.
Rui, Shizu, Kakek, Nenek, Ayah, Ibu, Kak Mari. Semuanya berduka cita.
Satu persatu dari mereka pergi meniggalkan upacara pemakamanku.
Hanya tinggal nenek dan Rui.
Sebelum nenek pulang, nenek memberikan sesuatu kepada Rui.
"Nak, ini kotak buatmu dari Hikaru, " kata nenek yang langsung pergi.
Rui yg masih menangis karena sedih, membuka kotak tersebut, di dalamnya ada boneka teddy bear berpasangan buatan hikaru dan sepucuk surat berwarna kuning dengan aroma khas hikaru, dan buku harian Hikaru.
Ia langsung membuka dan membaca surat tersebut.
--------------------------------------
"Dear Kak Rui tersayang,
Kakak, mungkin jika kakak membaca surat ini. Aku sudah berada di alam yg berbeda dengan kakak. Tapi aku harap kakak jangan nangis ya? Aku tidak ingin melihatmu menangis.
Aku disini akan baik2 saja, aku akan selalu tersenyum buat kakak.
Sebenarnya! Aku menyukainmu, aku sangat mencintaimu. Tapi aku tidak bisa bilang, aku takut, karena aku tau kau hanya menganggapku adik perempuanmu. Kau tau? Aku cemburu melihatmu dengan kak Mari, aku sakit! Sakit sekali. Aku ingin membencimu, tapi itu terlalu kejam.
Aku ingin jujur padamu, tapi aku tidak bisa membiarkan kak Mari sakit, jika ia tau. Maka aku pendam saja perasaan ini dan ku anggap semuanya biasa saja.
Aku sangat ingat saat pertama kali kita bertemu. Ha ha lucu sekali ya, sangat aneh sekarang kita bisa begitu akrab.! Tapi aku sangat tidak menyesal dengan pertemuan kita saat itu.
Kak MAAF aku telah membohongimu selama ini, aku menyembunyikan sesuatu.. Aku mengidap penyakit kanker! Kanker otak. Dan kemarin sudah stadium lanjut!
Aku selalu memakain topi, karena rambutku botak akibat kemoterapi yg begitu menyebalkan dan menyakitkan.
Maaf aku menyembunyikan ini semua, aku tidak mau kau khawatr, aku tidak mau membebanimu.
Maafkan aku!
Aku sangat mencintaimu sampai saat ini. Sampai aku harus mati dan meninggalkan kakak. Tapi percayalah suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di surga, dan kita akan banyak makan es krim sepuasnya, tidak perlu lagi kita sekolah. Sangat menyenangkan bukan? Jadi kakak harus rela aku pergi. Aku akan baik2 saja. Jaga dirimu baik2 ya kak. Aku selalu ada di mana kakak berada, rasakanlah :) aku yg sekarang akan menjagamu.
Aku bahagia sekali bisa mengenalmu, dan kemarin di sisa2 hidupku bisa berkencan denganmu untuk ke dua kalinya.
Tapi kalau nanti kita bersama2 di surga! Kita akan selalu berkencan :D
Segini saja ya kak, aku capek menulis. Aku istirahat dulu. Daaaah kak.
aku sangat mencintaimu.
Salam cinta dariku,
Hikaru Ramona"
--------------------------------------
Rui menangis membaca suratku itu!
Lalu dengan senyum termanisnya iya melambaikan tangan pada kuburanku, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
aku berbisik kepada kak Rui,
"Senyumlah untukku, karena aku akan selalu tersenyum untukkmu!"
Rui mendengar samar2 suara itu,
***
Satu tahun kemudian, Rui lulus dari SMU itu.
Dan ia berencana untuk kerja di Amerika, dan hidup bahagia selamanya. Terkadang ia selalu menjengukku di jepang :)
--------------------------------------
Aku dan Dia, memang tidak akan pernah berasama menjalin hubungan.
Namun, hati aku dan dia akan selalu bersama! Hingga kami bersama di surga :')
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar