The Black Swan

The Black Swan

Senin, 02 Mei 2011

Kenyataan!!

Ok! Kali ini saya akan menuliskan opini saya (lagi)
Kali ini tentang bumi kita yg sudah tua.

Haha,
Saya tertawa melihat selembaran pidato tentang bumi yg mengatakan bla bla bla.
Menurut saya, itu tidak penting.
Menurut saya itu bagaikan lelucon menyedihkan, yg apa saya harus tertawa??
Mengapa saya bilang itu tidak penting?
Coba renungkan. Memang saat mendengar pidato trsbut, kita merasa tersentuh,
Dan mulai setuju dengan pidato trsebut.
Tapi itu hanya 10 menit.
Pidato selesai, rasa setuju masih ada.
Tapi? Apa pernah kita sedikit saja merealisasikannya?
Lalu? Buat apa capek-capek berbicara di depan umum, dan membutuhkan keberanian untuk mengingatkan tentang topik yg akan di bahas.
Kenapa tidak lgsng mengajak mengaplikasikan?
Teori tanpa aplikasi = 0 besar!
Menurut saya,
Sayapun merasa tidak penting menulis ini.
Tp? Ini hanya opini saya saja.
Bumi memang sudah tua, dan saya mau. Ketika kalian membaca post ini. Renungkanlah sejenak dan berfikir untuk kedepannya? Mau tinggal dimana lagi kita??
Siapa yg selama ini kita tempati? Tanpa mengucap terimakasih.
Sungguh mengerikan sejujurnya!!
Saya, anda, kalian, kita.
Sama! Sama-sama manusia.
Saya mengerti perasaan kalian.
Kita satu!
Bagitupun bumi, bumi telah mengerti perasaan kita(manusia)
Bumi yg sudah kita tempati dari lahirpun! Cobalah mengerti bumi kita.
Pidato panjang lebar, dengan bahasa yang mengagumkan,
Percuma jika kita hanya mendengarkan, setuju, bertepuk tangan, tersentuh!
Tapi? Ketika keluar dari tempat pidato trsebut, ya lupa dengan apa yg baru saja di dengarkan.
Cobalah, merubah kebiasaan buruk trhadap bumi, dengan lebih membantu bumi kita lagi!!!

Save Our Earth!!

Minggu, 24 April 2011

New Project!









ini hasil jepretan Veby Dwi Asriyana.
dan editan aku.
Baguskaaaaan?
Thankyoooou so much to Veby!

kalau mau liat-liat hasil karya temanku (Veby),
silahkan kunjungi.
http://vebyasriyana.tumblr.com/

thankyou!

Bagaimana Baiknya?

Aku menyukaimu, bagaimana baiknya?

Semakin Banyak Kejahatan Disini.

Semakin banyak kejahatan di negaraku (indonesia)
Apa karena Tuhan sudah murka?
Mengerikan.
Tidak kah kamu khawatir?
Aku sangat panik melihat negara kita yang perlahan hancur.
Lalu, sebagai penerus kita harus bagaimana?
Ah? 
Apa itu pantas di ucapkan?
Kurasa tidak.
Sebagai penerus bangsa di negara kita ini. 
Yang lahir sudah disini.
Buat apa mempertanyakan lagi apa yang harus kita lakukan.
Bukankah kita seharusnya sadar sendiri?
Tuhan sudah marah,
Kemana? Kemana? 
Manusia yang peduli?
Kemana?
Negara kita ini sudah tak bersahabat, 
lalu mau dimana kita ini?
Perjuangkanlah, seperti para pejuang dulu.
Yang rela berkorban atas nama Indonesia.
Apalagi, sekarang sudah modern,
Kita sebagai penerus bangsa harus mempertanggung jawabkan yg terjadi di Indonesia oleh kejahatan yg kita perbuat.


Ayooo! Bangkitttt!!

Perasaanku!

Kau tahu?
Awalnya memang biasa saja. Sangat biasa.
Tapi?
Hari itu kau memberi harapan.
Awalnya aku juga biasa saja.
YaTuhaaaan, kali ini kejadian yg sama memang terjadi dengan Ending yg berbeda.
Ya,
Hatiku berdebar-debar saat bertatap wajah denganmu.
Apalagi, ketika membicarakan tentang dirimu!
Yaaaa! Apa ini? Perasaan apa namanya? Menyedihkan.
Aku menyukaimu.
Tapi, harus kubuang jauh-jauh perasaan ini sebelum terlambat, dan semakin dalam.
Ingaaat,
Saat itu cuma mimpi.
Bodoh ya aku,
Bisa saja melakukan hal seperti ini.
Terimakasih telah mengangkat aku, dan seketika kau jatuhkan aku lagi.

***
Cinta Sesaat.

Apa ini?
Aku harus berbohong kepada semua orang.
Aku harus pura-pura tertawa, tersenyum.
Padahal aku nangis?
Aku memberi emoticon :) :D ;)
Padahal seharusnya :'(
Sungguh seorang penipu,
Seorang pecundang!!
Aku bodooooh sekali.
Hatiku sesak,
Sakit.
Aku ini menyebalkan ya?
Apa kau mengerti?
Mengerti jika di posisi akuuuuu??????
Sudahlah, marahpun gak akan jadi yg berguna.
Kau takkan sadar.
Cinta Sesaat :)

Menyenangkan saat saling suka.
Tapi tidak, jika hanya aku yang menyukaimu.
Itu menyedihkan namanya.

Apakah perlu alasan untuk menyukai sesuatu?
Cinta tanpa alasan bukan?
Aku mencari-cari.
Apa yg membuatku suka padamu.
Tapi?
Ini asli,
Aku benar-benar menyukaimu, tanpa kutahu alasanku.
Aku tertarik, aku terdorong keduniamu.
Ini cinta karena terbiasa.

Jumat, 22 April 2011

Farsha Azizi's Birthday

Hi.
Tadi siang aku merayakan ulang tahun temanku. Farsha Azizi.
hebooooh sekali, walau tidak banyak yang datang,
ya sibuk kali yaaaah.

awalnya aku dan teman-teman ingin buat suprise, tapi gara-gara hari sebelumnya aku sms dia,
nanya ada di rumah atau enggak. jadi agak sedikit ketahuan deh, haha.
pas sampai dirumahnya, kami datang bawa kue.
yaaaa, mukanya Azi, FLAT -_- lucu sekali.
hehe,
selesainya makan, terus karena bingung mau ngapain, di putuskan pergi berkarokean!
cukup menyenangkan kok buat aku. :D

oyaaa eeeeh, ini fotonya.




itu tuh yang blepotan krim yang ulang tahun.
sedikit nih yg aku masukin, sebenernya ada banyak hehe.


haha.
Ya, pokoknya,
Happy Birthday aja buat Azi, jadi yang lebih baik.
dan semua dan apapun yang dia inginkan tercapai. Amiiiiin.



April 22nd, 2011

Harus Bagaimana?

OH MY.
Kejadian yang sama, selama 3 kali beturut-turut keulang.
tapi apa yang kali ini bakal sama?
entah.
ah, kenapa bisa gini?
Harus senang atau sedih ya?
lalu, bagusnya kuberi nama apa ya perasaan ini? huh.
membingungkan sekali..
apa aku menyukaimu? kurasa..
sudahlah!

Kamis, 21 April 2011

Berbicara Tentang Realita

Hallo. Aku kembali.
Sekarang aku ingin membicarakan tentang realita kehidupan.
Kupikir sih, semua orang sama.
Ya, karena bukan hanya aku yang setiap melihat ini itu selalu ingin.
Bukan hanya aku, yang terkadang tidak puas oleh apa yang di miliki.
Bukan hanya aku, yang terkadang malas-malasan seharian dirumah.
Bukan hanya aku, yang ingin tampil sempurna di depan banyak orang. Terutama aku sebagai wanita.
Bukan hanya aku, yang suka ngemil.
Bukan hanya aku, yang cerewet kepada orang tua.
Bukan hanya aku, yang terkadang sirik.
Bukan hanya aku, yang ingin keburukannya tersembunyi.
Bukan hanya aku, yang terkadang tidak menyukai teman sekelasku.
Bukan hanya aku, yang suka membicarakn keburukan orang lain.
Bukan hanya aku, yang terkadang malas beribadah.
Bukan hanya aku, yang boros.
Bukan hanya aku, yang menyebalkan.

Eh? Ini keburukanku??
Masih sangat banyak keburukanku.
Tapi? bukankah, keburukan selalu terlupakan,
Tapi kalau kebaikan atau tepatnya yang bagus-bagus dari diri kita, pasti deh di umbar-umbar.
Dasar manusia, semuanya sama saja kan??
Hahaha.
Tapi aku senang melakukan hal buruk,
Sungguh kebiasaan yang menyedihkan ya.
ah, Sudah dulu, mungkin nanti aku lanjut lagi. aku lelah. byeee.

Bagusnya Kuberi Judul apa?

Dada ini terasa sesak memikirkanmu!
Aku tahu,
Kau sama sekali tidak pernah memikirkanku.
Betapa bodohnya aku? Berharap sesuatu yg tak mungkin?
Maaf telah dan selalu merepotkanmu!
Terimakasih telah memberiku dunia yg baru!
Aku paling suka kau :)

Curhat??

andai aku punya buku hidupku!
yang akan pertama kulihat, ya halaman terakhirnya.
bagaimana caraku mati, siapa jodohku, apa aku bahagia?
haha. apa ini pemikiran yang cukup bodoh? tapi aku rasa kamu juga pernah berfikir seperti ini bukan?
ah, sudahlah!
hidup memang sudah di tentukan. bagaimanapun, sekeras apapun kita merubah hidup menjadi berbeda, itu tidak mungkin.
paling hanya berubah sedikit.
semua sudah di tentukan, ya kan?
kau juga pasti tahu, jadi aku tidak perlu panjang lebar menceritakannya.
kita ini sama, sama-sama manusia yang ingin permohonan nya terkabul, aku(manusia) mengerti apa yang kamu(manusia) juga rasakan. kita kan sama ya! hanya takdir yang membuat kita sedikit berbeda,
ada yang beruntung, dan ada yang kurang beruntung.
***
andai cinta itu bukan di dasarkan perasaan.
mungkin aku tidak akan merasakannya? eh? apa kau paham maksudku?
hmm, maksudku.
jika cinta hnya sebuh game, aku tidak akan memainkannya.
ah, ini makin rumit!!
sudahlah,
***
ini hanya sebuah keluh kesahku yang kutulis ketika aku merasa ini memang harus kutulis,
dan, mengisi waktu kosongku? ya ini benar-benar kosong, karena terlalu berfikir! bisa jernihkan pikiranku sejenak??
ok terimakasih.

No Title

Aku kira cuma aku doang yang ngerasa? Apa iya cuma aku?
Ooooh
Pernah ga sih ngerasain suka sama orang? Yang dulu pernah ga di sukain sama diri sendiri?
Mungkin sebel dan semacamnya.
Ya apalah itu.
Pernah ga rasain pingin pindah kehidupan? Hmm. Maksudku,
Ya berbeda dari yg hari ini kamu jalanin?
Pernah ga sih kamu ngerasain, "kenapa hidup gini22 aja?"
Ya, hidup itu memang kejam.
Tapi? bukankah, kamu senidiri yang meminta tantangan agar tidak bosan? Ya aku tahu itu.
Cobalah, lawan kejahatan dengan kebaikan.
Bukankah itu jauh lebih menyenangkan?
Ah? Apa aku ini.
Berbicara seolah akulah yang paling benar. Padahal? Lihatlah diriku sendiri di cermin?
Tidak ada apa22nya yang menarik? Ah tidak.
Dalam hidup, bukankah kita sudah di berikan kelebihan masing22. Jadi cobalah untuk mulai bersyukur untuk apa yang kita punya saat ini. Karena inilah yang terbaik bukan?
Harusnya kau juga menjawab IYA :)
Pesimis ya? Oh itu tentu ada pada diri kita pribadi.
Tapi? Apa salahnya mulai membenahi semuanya? Dari awal lagi juga tidak masalah, masalahnya ada pada diri kita, kembali ke topik awal.
Lawan pesimis itu optimis bukan?
Jadi cobalah untuk menerimanya semua, karena inilah yang terbaik.
Semangat ya!
Ngomong22 tentang pesimis dan optimis.
Mengingatkan pada sesuatu yang harusnya tak usah di ingat.
Baiklah maaf!
Ok, jadi. Solusi dari masalahmu sendiri adalah.
Tetap tenang sebisa mungkin, optimis, PD, sabar, pasrah jika sudah usaha semaksimal mungkin!
Bukan mau menguliahi, hanya mengisi waktu kosong. Untuk membuat catatan ini.

Thankyou ♥

Opini-ku, Bagaimana Menurutmu?

Indonesia,
Negara yang kaya bukan?
Ya saya pikir memang iya.
Saya tersentuh ketika membaca artikel-artikel tentang indonesia.
Lalu? Sebenarnya ada apa?
Bukankah kita kaya?
Tp kenapa kita tidak mau bangkit sendiri?
Kenapa masih banyak rakyat yang kurang gizi?
Masih banyak perkumuhan di kota, bahkan lebih tepatnya ibukota!!
Sungguh targis.
***
Coba, siapa jemaat muslim terbanyak yg menunaikan ibadah haji dalam satu musim haji?
Ya, di Indonesia. Padahal jaraknya sangat jauh.
Siapa yg terbanyak membeli barang-barang mewah keluaran terbaru dari Amerika, Jepang dan negara maju lainnya?
Ya, di Indonesia. Padahal harganya selangit.

Padahal jika kita bisa membuat produk sendiri, bukan kan lebih bangga?
Banyak orang cerdas di Indonesia.
***
Indonesia negara kaya,
Negara pengahasil beras terbanyak,
Di papua sana, ada tambang emas!!
Tapi kenapa di kuasai perusahaan asing?
Wow, padahal banyak sekali sumber daya alam yg dapat di manfaatkan di indonesia..

Saya bangga tinggal di indonesia, tp sebagian saya merasa amat sangat kecewa.
***
Pernah mendengar sebuah lagu yg liriknya :
"Lucunya di negara ini, hukuman bisa di beli"
Ya, saya tertawa mandengarnya.
Loh? Bukannya kita ini kaya?
Buat apa beli hukuman? Bukankah hanya membuang-buang uang? Aaaaah iya, kita kan kaya. HAHA.
Hm, mengenaskan, tp kita tidak pernah bersyukur, tidak pernah melihat kebawah, tidak pernah berbagi.
Saya berharap, ada perubahan sedikit, agar lebih peduli ke rakyat yg kekurangan!

Oya, jalan di depan rumah saya jelek sekali, bahaya jika hujan datang, tapi tak kunjung di betulkan,
Padahal itu jalan utama.
Saya harap ada yang peduli.

GO INDONESIA :D

Ada Apa?

20 April 2011 - 23.01

Sebenarnya?
Ada apa ini?
Kenapa?
Aku bingung.
Apa yang harus aku lakukan.
Apa yang sekarang harus aku lakukan.

Awalnya baik-baik saja, terlebih sebelum aku mengenal kau, sebelum memberi perasaan lebih, atau lebih tepatnya menyukai kau.
Apa ini buruk? Ataukah baik?
Bagaimana baiknya? Aku tak mengerti.
Apa tersiksa menunggu kau itu juga cinta?
Lalu?
Kenapa cinta menyulitkan?
Apa jatuh cinta salah? Bukankah wajar sebagai manusia saling mencintai?
Tapi bagaimana jika hanya mencintai seseorang? Bukan saling mencintai.
Bukankah itu sangat tidak adil?
Ya kupikir begitu.
Wajar jika aku menyukai kau? Wajar juga jika aku akan melupakan kau.
Bukannya mau menyerah di tengah jalan.
Bukan mau putus asa,
Aku bukan pencundang ok!
Tapi? Lihatlah?
Apa ini? Aku merasa terlalu tinggi karena mu. Dan seketika kau jatuhkan aku.
Bukankah itu kejam namanya?
Aku lelah,
Sejujurnya.
Aku sangat lelah mencintaimu!
Aku juga tak berani mengatakannya kalau aku mencintai kau.
Tapi kau sudah tau,
Iya kan?
Kurasa IYA.
Tapi kau sengaja! Sengaja menjatuhkan aku saat aku berada di puncak.
Sakit!
Iya kan?
Sudahlah.
Aku lelah selama ini mencuri-curi kesempatan agar kau lihat aku.
Aku lelah selama ini deg-degan saat perpapasan denganmu.
Aku lelah selama ini diam di depanmu, padahal banyak yang ingin kukatakan.
Aku lelah selalu harus kelihatan sempurna di depanmu.
Aku lelah harus memalingkan muka saat bertemu denganmu, karena aku malu..
Itu semua agar aku tak terlihat bodoh di matamu di depanmu, di hadapanmu.
Tapi setelah kupikir lagi.
Semua yg kulakuan untukmu.
Amat sangat terlihat idiot! Bahkan lebih idiot dari orang idiot sekalipun.
Tingkahku seperti orang tak berakal.
Ya kusadari itu., aku seperti tersihir olehmu.
Tergila-gila padamu.
Membicarakanmu kepada teman-temanku.
Uh, sungguh menyebalkan!! Atau? Menjijikan?

Dan, aku ingin melupakanmu?
Apa aku bisa?
Apa aku bisaaaaaaaa?
Setiap hari jika ku buka akun jejaring sosialku, pasti yg pertama kulihat kau.
Karena aku langsung mencarimu. Membaca setiap apa yg kau tulis.
Sungguh menyedihkan. Hanya bisa mengagumi dari jauh.

Baiklah! Aku pun akan melupakanmu!!
Dan aku yakin aku pasti bisaaaa!!!!


-Desi-

Sabtu, 12 Maret 2011

YOU 're My "SENPAI" (Cerpen Keduaku!)

"Tunggu!" Teriakku kepada seseorang yg telah memunggungiku berjalan cukup jauh dariku.
"Ada apa?" Ia terdiam sejenak lalu membalikan badannya dengan tatapan coolnya.
Wow! Aku rasa jika aku coklat, aku akan meleleh! Ok ini terlalu berlebihan,
Tapi memang begitu kenyataannya, Kurowaki Yoshida murid SMU Shinya. di Osaka, dengan labelnya sebagai senior yg sudah lulus sejak 2 tahun yg lalu, ya bisa di bilang ia alumni,
Saat ini aku duduk di kelas 3 SMU, ya saat aku kelas 1, ia kelas 3.
Oya, namaku sendiri, Motomi Yukko.
Hari ini ia datang untuk berkunjung ke sekolahnya dulu.
"Hmm, mau kemana kak? Sudah mau pulang? Cepat sekali?" Tanyaku padanya,
"Iya, kenapa? Aku bosan disini, aku ingin berjalan2, sebelum hari minggu"
"Memangnya knp hari minggu?"
"Hari minggu aku akan pulang ke Tokyo, aku kan harus kuliah"
"Ooooo" tampak raut wajahku kecewa.
"Jadi kau perlu apa padaku?"
"Ah tidak, apa besok kau akan kemari lagi?" Tanyaku penuh harap,
"Ya"
"Aaaaah benarkah? :D"
Ya, aku menyukainya sejak aku masuk sekolah ini dan menjadi juniornya,
Segala cara aku lakukan agar bisa dekat dengannya,
Syg, dia tak pernah tau! Apalagi saat ini ia kuliah di luar kota, hmmm!
"Boleh aku minta nomer handphone-mu?" Pintaku,
"Untuk apa?"
"Siapa tau, kau lupa jalanan Osaka, kau bisa menghubungimu menjadi Tour Guide-mu, kau kan sudah 2 tahun tak kemari lagi" jelasku membuat alibi.
"Baiklah, tapi kurasa aku tidak lupa dengan kota ini haha"
"Jadi? Berapa nomer-mu?" Aku tidak sabar,
"08xx xxx xxx xx, aku duluan ya" lalu kak Yoshida pergi,
"Ya, terimakasih kak" teriakku ketika ia sudah jalan memunggungiku kedua kalinya.
Aaaaah rasanya senang sekali, ingin melompat haha!
***
Sekolah telah selesai, aku pulang kerumah, di jalan aku menghubungi kak Yoshida, lebih tepatnya aku sms.
---------------------
To : Kak Yoshida (Work)
From : Me

Kakak, ini aku Yukko, kakak sedang apa? Apakah ada waktu kosong?
---------------------
Drrrrt....
Beberapa saat kemudian 1 pesan baru kuterima balasan dari kak Yoshida.
---------------------
From : Kak Yoshida (Work)

Oh, aku sedang dirumah.... Ya kurasa aku punya banyak waktu kosong, ada apa? Oh ya, sebagai janji bahwa kau akan menjadi tour guide-ku sampai hari minggu, malam ini kau temani aku makan malam di pusat kota! Bagaimana?
---------------------
Aaaah aku sangat senang sekali membaca pesan balasan itu!
Tapi? Hari minggu tinggal 5 hari lagi, huuuuaaaa ToT
Segera kubalas sms kak Yoshida dengan berpura-pura cuek.
------------------
To : Kak Yoshida (Work)
From : Me

Baiklah, dimana rumahmu kak? Bagaimana kalau kita ketemuan di taman kota, jam setengah 7?
------------------
Drrrtttt....
------------------
From : Kak Yoshida (Work)

Rumahku? Nanti saja kuberitahu! Ok,
Dandanlah yg biasa dan cantik ha-ha-ha!
------------------
Ngeh? Apa maksudnya? Aku jelek? Hahaha
***
Jam menunjukan pukul 5, aku segera mandi dan bersiap-siap,
Aku menggunakan kaos casual berwarna merah, dan celana panjang hitam, dengan jaket hitam musim semiku yg hangat.
Dan syal berwarna hijau gelap,
Ya sekarang memang musim semi awal.
Rambutku yang pendek kubiarkan tergerai menggunakan topi hangatku.
Aku segera memakai sepatu boots-ku, dan menuju taman kota,
sesampainya, aku langsung menelepon kak Yoshida, namun tak di angkat,
5 meint aku menunggunya, aku lihat di kejauhan, seperti kak Yoshida,
Lalu ia mendekat kearah-ku, yaaa itu memang kak Yoshida,
Kya~ tampan sekali! Dengan jaket tebalnya berwarna hitam, celana panjang dan sepatu kulitnya!
Malam ini begitu dingin, padahal sudah memakai baju tebal begini.
"Ayo kita berangkat" ajak kak Yoshida
"Ok, kau mau makan dimana?" Tanyaku.
"Kau kan Tour Guide-nya, ya terserah kau"
Kak Yoshida merangkulku, katanya sih agar tidak canggung, yaaaa kita seperti orang pacaran di antara kerumunan orang yg berpacaran,
Mukaku merah hiiii~
"Bagaimana jika di restoran sushi? Aku ingin sekali makan sushi" ajakku.
"Baiklah"
***
Setelah makan, aku dan kak Yoshida berjalan22 di taman,
Aku menunduk malu.
Sekarang kami jalan sendiri22, hmmm maksudku, ia tidak merangkulku lagi.
Taman cukup ramai malam ini,
Kak Yoshida mengajakku ke tempat yg agak sepi, yaaa aku pun tidak begitu menyukain tempat ramai,
"Kakak kenapa pulang cepat? Padahal aku baru saja merasa nyaman di dekatmu" kataku memulai pembicaraan, dengan nada yg agak sedikit kecewa.
Yaaaa jantungku berdegup DEG!
"H...mmm memangnya kenapa?" Tanyanya.
"Pokoknya aku gak mau berpisah denganmu, aku gak mau! Bukankah kalau kau pulang kita tak bisa bertemu lagi?"
"Kita bisa bertemu lagi, tapi mungkin 2 atau 3 tahun lagi, aku mau menyelesaikan kuliahku dulu, lagipula aku masih ada waktu 5 hari lagi disini". Jelasnya.
"Selama itukah?" Aku hampir menangis, aneh sekali aku ini. Hanya begini saja hampir menagis! Tapi.... Aku tak mau berpisah dengannya.
"Hey! Kau mengapa menangis?" Tanya kak Yoshida kaget.
"Aaah tidak, hanya kelilipan" jawabku.
"Sini biar kutiup matamu yg kelilipan"
"Eeeh, tidak perlu kak, sudah kok"
"Kau aneh sekali"
Aku hanya tersenyum simpul. Aaaaah rasanya ingin berteriak, bahwa aku tidak ingin meninggalkannya.
Kami terdiam.... Tiba22.
"Kau kenapa? Bukankah kau mau mengajakku keliling2, kenapa kau malah sedih begini? Kau bertengkar dengan pacarmu?" Tanyanya membuka pembicaraan.
"Pacar? Aku tidak punya pacar, untuk saat ini aku cuma....." Jawabanku tidak kulanjutkan.
"Cuma apa?"
"Aaa tidak, tidak apa22 kak"
"Yasudahlah, kau harus jadi dirimu sendiri yg ceria, ramah dan semangat, Yukko yg ku kenal tidak seperti ini". Hiburnya.
"Iya kak" aku tersenyum lebar.
"Sudah malam, bagaimana jika pulang sekarang?" Ajakknya.
Sebetulnya aku masih ingin disini, apalagi jika ingat 5 hari lagi ia akan pulang. Tapi aku tidak punya alasan apapun untuk menolaknya.
Ya kurasa aku harus menyatakan perasaanku padanya. Mungkin nanti.
"I..iya kak ayo"
Kak Yoshida mengantarku pulang, kyaaa senangnya!
"terimakasih kak, hati-hati ya, oya apa besok kakak mau ke SMU lagi?" Tanyaku.
"Kurasa tidak, bagaimana sepulang sekolah kau mengabari aku? Aku jemput lalu kita pergi jalan22?" Ajak kak Yoshida.
Waaa? Apa ini benar? Senang sekali ya jadi aku! Hihihi.
"M...mmauuuuu kak"
"Eeeh? Kau kenapa? Sepertinya senang sekali? Haha yasudahlah, selamat malam"
Lalu kak Yoshida pergi berjalan ke arah rumahnya.

Di kamar, aku memikirkan kak Yoshida, aaaah aku benar22 jatuh cinta ~.~
"Aaaah aku malu sekali"
***
Esoknya....

Aku ingin cepat22 keluar dari sini dan mengabari kak Yoshida lalu jalan22.
Haaaaa!

Kriiiiiing! Akhrnya bel berbunyi.
Aku segera mengabari kak Yoshi lewat pesan singkat.
--------------------------
To : Kak Yoshida (Work)
From : Me

Kakak, aku sudah pulang!
--------------------------
Drrrrtttt, tak lama aku mendapatkan balasan kak Yoshida,
Yaaaah, sedikit kecewa aku membacanya.

Dirumah aku berfikir22 dulu,
Datang tidak yaaaah?
"Aaaaah sungguh pusing, gimana ini"
***
Esoknya aku bangun pukul 5, lalu menyiapkan bekal,
"Ah, ayo buat onigiri terenak buat.....ngggg"
--------------------------------------
Setelah siap22 dan membuat bekal, aku segera menyetop taksi untuk ke bandara.
Ahaha akhrnya aku membuat keputusan untuk bertemu dengannya.
"Pak tolong cepat ya! Sudah telat. Kumohon!" Perintahku pada supir taksi.
Sesampainya di bandara aku tidak menemukan kak Yoshida, ah sepertinya ia sudah masuk ke ruang tunggu.
Saat aku membalikan badan, sekilas aku melihat kak Yoshida sedang berjalan dari balik pintu kaca.
Aku segera mengejarnya,
"Pak tolong sebentar saja!" Ijinku pada pak penjaga,
"Tidak bisa, anda tidak mempunyai tiket"
Ah, akhrnya aku berlari menerobos penjagaan itu.
Aku segera berlari dan memanggil kak Yoshida karena sepertinya aku melihatnya. Saat aku menepuk pundaknya! Aku kageeeeeeet!
"Eeeeh kau siapa?" Tanyaku.
"Ya kau yg siapa?"
"Ah maaf ya"
Aku segera membalikan badan, dengan wajah kecewa terburukku!
"Ah"
Aku kaget, saat aku membalikan badan,
"Kak Yoshidaaaaaaaa" aku segera memeluknya!
"Aku kangen sekali, sekrang kau mau pergi ya? Huwaaaah!" Aku menangis.
"Haha kau seperti anak kecil, kita kan masih bisa berkomunikasi jarak jauh" katanya menghibur.
"Tapi? Itu tidak menyenangkan!"
"Sudahlah, selesai kuliah aku akan melamarmu"
"Hah?" Aku kaget!!!!!
"Aku Janji :)! Apa kau tau? Selama 3hari aku tidak berbicara denganmu, sungguh tersiksa! Aku benar22 menyukaimu, perasaan yg berbeda, walau aku juga menyukai Ryoko! Tapi ini beda, aku tidak pernah merasakan perasaan senyaman ini selain denganmu! Jadi mau kah kau menungguku? Kumohon"
"aku rasa jika aku punya sayap aku akan terbang tinggi sekali! Aku mauuuuuu, aaaaah terimakasih yaaa kak! Aku juga menyukaimu"
Aku memeluknya eraaaaat.
Hihi.
"Oya, aku buatkan bekal sederhana untukmu" kataku sambil memberikan bekal.
"Ini apa?"
"Onigiri cinta"
"Hah? Hahahah! Terimakasih ya"
"Sama22"
"Ah, maaf yukko-chan, aku harus segera pergi, kau jaga dirimu baik22 ya? Aku akan mengabarimu terus. Daaaah"
Kak Yoshida mengecup keningku dan memelukku, dan ia langsung berjalan memunggungiku untuk ke-3 kalinya.
"......"
Aku hanya tersenyum.
Aku senang sekali, ok ini sungguh ending yg menyenangkan untuk aku dan liburannya di Osaka! Kurasa.

Eien No Ai (Cerpen Pertamaku!)

Eien No Ai

Hi, namaku Hikaru Ramona.
Aku berdarah Japan dan Eropa juga Amerika.
Aku lahir di Osaka, tepatnya 28 december 1995.
Aku bersekolah di Tokyo SHS.
Kini aku akan menceritakan tentang kisahku :)
***
Aku ingat, saat pertama kali masuk SMU ini, rasanya percaya tidak percaya!
Rasanya berat meninggalkan Osaka! Tapi? Yah, kapan lagi aku bisa bersekolah di sekolah Mewah ini dengan gratis?
Ya, aku mendapatkan beasiswa. Syukurlah, kehidupanku di sini tidak jauh berbeda dengan di lingkunganku "kemarin"
Aku tinggal bersama grandma dan grandpa disini :) orangtua ku tetap harus bekerja di Osaka.
***
Tingtooong...
Bel sekolah berbunyi,
Aku berlari menuju kelas, karena aku masih di koridor kelas 1-2
Kelasku di 1-3.
Saat aku berlari, bruuugh! Aku menabrak seseorang.
"Ah, membuat waktuku terhambat saja." Kataku dalam hati.
"M....maaf" kata orang tersebut.
"Iya, tak apa, maaf aku terburu2" kataku sambil membereskan barangku yg jatuh.
"Ok"
Aku mulai bangun dan berlari menuju kelasku (lagi), aku sempat menoleh kearah belakang, hanya ingin memastikan orang tersebut siapa. Karena aku tadi tidak sempat melihatnya!
Tapi, kurasa ia senior kelas 2. Aaaah yasudahlah! Itu tidak penting.
***
Jam pertama, pelajaran menulis kanji. Huh! Membosankan. Lalu aku mengambil buka harianku yang berwana kuning.
"Lebih baik menulis disini" pikirku.
Saat aku membuka halaman pertama, aku lihat ada sebuah sapu tangan dengan inisial.
YR 11-2.
"Ah? Apa ini?" Tanyaku dalam hati
"Hmm mungkin milik senior yang tadi menabrakku, baiklah jam istirahat akan ku antar ini"
"Shizu?" Panggilku kepada sahabatku.
(Namanya Miruya Shizu, ia sahabatku sejak TK)
"Ada apa?" Tanya nya.
"Istirahat ini, antarkan aku ya" pintaku
"Kemana?"
"Antar aku ke kelas 11-2"
"Hah? Untuk apa ke tempat senior? Aku malu"
"Ya, kumohon. Tadi aku bertabrakan dengan senior dan barangnya terbawa oleh ku, kau mau mengantarkan ku kan?" Pinta aku
"Baiklah"
"Terima Kasih"
***
Ting tong ting!
Bel istirahat tiba. Aku ingin segera mengantarkan sapu tangan yg menyebalkan ini ke senior itu, -yang aku sendiri tidak tahu seperti apa orangnya-
Huh! Gara2 ini waktu makanku berkurang. Woho!
"Ayoo, kita kesana" ajakku pada shizu.
"Sebentar"

Sesampainya di ruang 11-2
"Maaf kakak! Apa disini ada kakak laki-laki berinisial YR?" Tanyaku pada kakak perempuan.
"Ah, ada. Yamada Rui, memang kenapa? Kau kenal? Atau ada perlu?" Tanyanya
"Aku ada perlu kakak! Bisakah aku bertemu dengannya?"
"Tunggu, aku akan memanggilnya, kau tunggulah disini saja"
"Terimakasih kak"
Selang beberapa waktu, orang berinisial YR keluar.
"Kyaaa~ tampannya . tapi? Kelihatannya menyebalkan" kataku dalam hati.
Yah, terlihat dari raut wajahnya yang sepertinya malas bertemu junior yang baru di kenal.
Ah! Apakah aku pintar menganalisis? Aku kan seperti detektif. Ahah lupakan saja.
"Ada apa ya? Sepertinya aku tidak mengenalmu" tanya kakak YR.
"Aku juga tidak mengenalmu" kataku sedikit kesal
"Lalu? Untuk apa kau kesini? Dan membuang waktuku?" Protesnya
"Kau ini! Jahat sekali, aku hanyai ingin memberimu ini" jawabku dengan wajah cemberut.
"Apa ini?"
"Lihat saja sendiri"
"Ooooh ini, dimana kau menemukan ini? Aku mencarinya, kupikir sudah hilang, ternyata ada di anak kecil sepertimu" ejeknya
"Hei, hei. Bukankah harusnya kau berterimakasih?"
"Baiklah anak kecil, terimakasih ya. Jadi? Urusan mu sudah selesai kan? Sihlakan pergi" usirnya
"Ok! Lagipula aku juga ingin segera pergi dari sini, dan mengambil makan siangku. Byeee"
***
Saat di ruang makan aku berfikir,
"Kenapa ia tidak menanyakan dimana aku menemukan itu? Apa sebelumnya ia sudah tau bahwa aku yg menabraknya tadi pagi? Eh? Apakah tadi ia bertanya? Aku tidak bisa mengingatnya dengan baik. Ah sudahlah, ini hanya membuatku makin pusing" pikirku dalam hati
"Shizu? Mari makaaaaan, aku kelaparan sekali karena kakak tadi ahaha"
"Iya iya"
"Selamat makan~ aaaaaam"
"Sihlakan" jawab shizu.
Setelah makan, aku kembali kekelas. Dan? Hah?
Aku kaget.
Ada kakak senior yang tadi di kelasku. Wah? Ada apa ya.
"Hei kakak! Mengapa kau ada disini?" Teriakku kepadanya
"Kenapa ada kau lagi? Jangan2 kau mebuntutiku ya? Jangan2 kau mengincar nyawaku?" Jawabnya.
"Hah? Buat? Buat apa ku lakukan hal itu, bodoh sekali~"
"Apa? Kau bilang aku apa?"
"Bodoh" jawabku datar.
"Uwoooo, kau menyebalkan sekali, junior tidak sopan"
"Lalu? Apa peduliku? Sihlakan lanjutkan aktifitasmu yg tidak jelas itu" aku menggerutu lalu pergi begitu saja.
Rasanya malas masuk jika masih ada kakak itu.
Ah, mengapa orang ganteng sepertinya sangat cuek!
Sangat di sayangkan.
Aiiiih, ngomong2 shizu kemana?
Lalu aku mencarinya, ke ruang makan.
"Shizuuuuu, kau dimana?" Aku teriak2.
"Hallo, kau ini berisik sekali, aku disini" jawab shizu sambil menyeretku keluar.
"Heee, maaf ya aku meninggalkanmu"
"Sudah biasa"
***
Jam pulang sekolah,
Aku segera keluar kelas sendiri, karena hari ini Shizu ada piket dulu.
"Aku pulang, tapi? Ingin ke toko buku dulu ah." Kataku.
Fiuuuuuh angin berhembus dingin sekali.
"Huh! Sekarang tanggal berapa sih? Rasanya cuaca hari ini dingin sekali" aku berbicara sendiri sambil melihat jam tangan digitalku yg ada kalendernya.
"Kyaaaa~ sekarang tanggal 5 december? Ini bohongkan? Cepat sekali. Berarti sebentar lagi natal. Sebentar lagi ulang tahun, sebentar lagi dapat banyak kado. Ah senangnya"
Akhirnya aku sampai di toko buku langgananku, yang biasanya bisa kuhabiskan waktu kosong di sini.
"Permisi" sapaku pada paman penjaga toko
"Sihlakan masuk" sapa paman.
"Paman? Apakah ada komik Detective Conan terbaru?"
"Ada, mari ikut aku..... Nah ini komiknya"
"Terima kasih paman, aku ambil ini satu"
"Baik, terimakasih, selamat datang lagi"
"Iya paman" senyumku.

Rasanya hari ini berbeda dengan sebelumnya, hari ini aku sangat cepat di toko buku. Aneh sekali :)
Yasudahlah, lebih baik aku cepat pulang.
***
Sesampainya dirumah,
"Nenek aku pulang" teriakku dari luar.
"Kau sudah pulang, segera ganti baju lalu kita makan bersama" ajak nenek.
"Baiklah"
Setelah makan siang aku minta ijin pada nenek untuk pergi ke taman, karena aku bosan dirumah.
"Nek, aku ketaman ya, aku ingin mencari udara sebentar"
"Iya, hati-hati ya"
"Iya nek"
***
Aaaah! Sudah lama tidak main keluar,
Di taman ramai tidak yah, sepertinya sepi karena cuaca yg sangat dingin.
Aku berjalan sendiri, angin nya dingin sekali. Kurasa hampir membuatku bekuuuuu!
Tiba-tiba. Bruuuuugh! Sesuatu yg keras menimpa kepalaku.
Ah lagi2! Mengapa sial sekali hari ini. Menyebalkan, sunggu membuatku kesal. Sekarang apalagi.
Eh? Ini BOLAAAA. Kau tau? Aku tidak suka bola.
"Hey!!! Bisa bermain bola tidak? Apa kau tidak mempunyai mata? Apa kau tidak melihatku yang begitu besar berjalan dengan jarak kurang dari 1meter di depanmu? Kau membuat kepalaku sakit" kataku dengan marah aaaargh.
"Maaf, sungguh minta maaf" katanya.
"Ck, baiklah. Tapi kau harus mengganti rugi ini semua" kataku.
Saat aku melihat ke arah nya. Aku kaget!!!! Dan dia pun kaget.
"KAUUUUU?!" Kata kami bersamaan.
"Bagaimana bisa? Kau? Kau lagi? Aku benar-benar seperti terkutuk bertemu dengan kau terus" katanya yg ternyata kak Rui.
"Ya Tuhan, maafkanlah dosa2ku, kenapa aku harus bertemu dengannya terus?"
"H-hei. Apa maksudmu?" Tanya kak Rui.
"Aku hanya berdoa pada Tuhan" jawabku enteng,
"Ya, aku tau. Baiklah aku minta maaf atas kejadian tadi dan tadi pagi" pintanya, tapi kurasa dia agak tidak yakin.
"Baiklah, byeee"
"Kau mau kemana anak kecil?" Tanya kak Rui.
"Aku ingin makan kue ikan, sepertinya enak dan hangat! Kau mau kak?"
"Ide bagus, aku ikut"
"Ayoo!"
***
Setelah membeli kue ikan, kami makan dan duduk di kursi taman dekat ia main bola sendirian seperti orang gila tadi,
"Kadang kau ini menyebalkan, tapi lucu" kak Rui membuka obrolan
"Kau yg menyebalkan kak"
"Enak saja"
"Lebih enak kue ikan ini daripada kau" ejekku
"Ha? Jadi maksudmu? Aku lebih buruk dari sebuah kue berbentuk ikan ini?"
"Iya hahaha"
Kamipun tertawa.
Ternyata kak Rui tidak seburuk yang aku duga, iya manis, tampan, baik tapi cuek.
Ok, cukup aku mebaguskan dia!
"Oh iya! Siapa namamu?" Tanya kak Rui.
"Heee? Oh iya kita belum kenalan. Namaku Hikaru Ramona, anak kelas 1-3 aku ikut club memasak"
"Oh, aku Yamada Rui, kelas 11-2, aku ikut club sepak bola"
"Ya, aku sudah tahu! Kak, sudah sore. Sebaiknya cepat pulang, malam ini pasti dingin sekali. Aku pulang duluan ya, byeee kak" aku pun pulang kerumah.
"Iya hati-hati, aku juga mau pulang"
***
Sesampainya dirumah.
Aku segera berendam air hangat di bak mandi, aaah enaknya~
Beruntungnya jadi orang jepang haha.
Setelah mandi aku makan malam bersama,
Dan karena besok minggu aku
Sesampainya dirumah.
Aku segera berendam air hangat di bak mandi, aaah enaknya~
Beruntungnya jadi orang jepang haha.
Setelah mandi aku makan malam bersama,
Dan karena besok minggu aku ingin pergi ke GrandParkHoliday, jadi? Segera ku-SMS Shizu.
To : Shizu

Shizu, maaf mengganggumu. Apakah besok kau ada acara? Aku ingin mengajakmu ke GPH besok. Apa kau mau? Aku mepunyai 2 tiket gratis dari pamanku,
Balas SMSku ya :)
-----------------------------
Selang beberapa waktu
Drrt, nananana.
Handphone-ku berbunyi, sepertinya balasan dari Shizu.
Segera ku buka handphone-ku.
From : Shizu

Ah sepertinya itu sangat menyenangkan! Tapi maaaf sekali Karu-chan, besok aku harus menemani mamaku belanja. Maaf ya, sungguh minta maaf.
-----------------------------
Ya, baiklah sedikit mengecewakan.
Mungkin besok aku pergi sendiri saja. Karena sayang jika tiketnya tidak di gunakan.
"Sudah malam, sebaiknya aku tidur" kataku.
***
Krrrriiiiiing! Kriiiiing.
Dugggh.
"Aaaah! Berisik, sakit." Teriakku.
Aku menjatuhkan alarmku karena berisik, tapi sial. Jatuh ke kepalaku.
"Hei, anak gadis cepat bangun! Kau ini berisik sekali, bukankah kau mau pergi? Kenapa jam segini baru bangun?" Tanya nenek.
"Benaaaaar! Aku mandi dulu"
-------------------------------------
Setelah mandi aku bersiap-siap untuk pergi, sekarang baru pukul 09.00. Mungkin aku sampai disana sekitar pukul 10.00. Setelah siap aku berjalan ke arah stasiun, karena aku naik kereta untuk menuju ke sana.
Saat di jalan, aku bertemu seseorang yg sepertinya ku kenal.
"Eh hai" sapanya.
"Hai, kakak! Mau kemana? Kenapa ya kita harus selalu bertemu di saat kebetulan" tanyaku heran
"Mana ku tau, oh iya ngomong2 kau mau kemana? Berdandan seperti itu?"
"Pertanyaanku belum di jawab, kau sudah bertanya lagi. Aku mau ke GrandParkHoliday, apakah aku cantik?"
"Ooo, aku juga tidak tau mau kemana. Kau pergi sendiri? Kau sangat jelek! Seperti bibi genit" ejeknya.
"H-hh, kauuuuu! Menyebalkan sekali. Tapi aku tidak terlihat seperti anak kecil kan? hmm iya aku pergi sendiri, tadinya aku bersama Shizu. Tapi ia harus mengantar mamanya belanja" jelasku panjang lebar.
"Aku sedang tidak ada kegiatan, boleh aku ikut?"
"Benarkah? Ada apa? Tumben kau mau menemani anak kecil?"
"Ah kau ini! Yasudah, aku tidak jadi ikut"
"Eh iya2, maaf hehe kebetulan aku punya 2tiket. Temani aku ya kak :D"
"Ayooo pergi sekarang" ajak kak Rui.
"Asiiiik"
"Aku lebih suka kau natural, kau lucu! Tapi begini juga kau cantik" kata Rui
"Terimakasih" aku menunduk, kau tau? Wajahku memerah.
"Wajahmu seperti tomat lucu sekali"
"Hhhh"
Kamipun tiba di stasiun, dan kami langsung mengambil tiket di mesin otomatis.
"Nih" kata Rui sambil memberikannya padaku.
"Ayo segera naik, sebentar lagi kereta berangkat. Aku tidak mau menunggu lebih lama hehe"
"Ok"
***
Hampir setengah jam kami di kereta, akhirnya kamipun tiba.
Aku segera masuk dan memberikan tiketku kepada kakak penjaga!
Tanpa sengaja aku menarik tangan kak Rui.
"Kakak, ayo masuk! Aku ingin segera bermain"
"Baiklah, kau ini seperti anak kecil saja"
"Untuk hari ini ;)" manjaku.
"Dasar, padahal dandanan kau sudah seperti orang dewasa"
Ya Tuhan, aku malu sekali. Tapi aku senang.
"Biarkan~" kataku cuek.
--------------------------------------
Setelah masuk, aku melihat stand Es Krim, kelihatannya enak sekali~
Aku mengajak kak Rui untuk membelinya.
"Kakak, aku mau es krim itu, bagaimana kalau kita membelinya dulu"
Tanpa menunggu jawaban kak Rui, aku segera menarik tangannya.
"Kakak, es krimnya hmm......" Kataku kepada kakak penjual es krim.
"Kak Rui, mau tidak? Tanyaku pada kak Rui.
"Boleh, biar aku yang mentraktirmu belikan aku dengan rasa yang sama denganmu. Ini uangnya" kata Kak Rui sambil memberiku 500yen.
"Asiiiik, terimakasih kak."
"Kakak, aku mau eskrimnya 2, dengan rasa Vanila chocho chip, dan mint. 2 scoop ya kak, ini uangnya" kataku kepada kakak penjual es krim.
"Terimakasiih" kata kakak penjual.
***
Kami berjalan sambil makan es krim. Kami mendapatkan famlet, peta GPH dari penjaga tiket tadi.
Aku melihat ada rumah hantu.
"Kakak! Bagaimana jika habis makan es krim kita ke rumah hantu itu?" Ajakku.
"He? Serius? Paling kau ketakutan?"
"Enggak kok kak! Ya ya?"
"Baiklah"
--------------------------------------
Asiiiik, akhirnya kami mengantri di antrian rumah hantu.
Semoga aku berani, haha!
"Nah, ayo masuk! Katanya kau berani" ajak kak Rui.
"Eeh? Iya kak" jawabku sedikit ragu.
Jreng jreng hooooo~
Lagu rumah hantu itu sangat menyeramkan. Aku ketakutan! Ok. Aku berjalan berpegangan pada kak Rui, tapi mataku tertutup. Aku tidak berani melihat apapun.
Haaaa.
***
Setelah keluar dari rumah hantu,
"Haha! Mukamu pucat seperti hantu tadi. Kau ketakutan yah? Hah. Kau ini, hanya hantu seperti itu saja sudah ketakutan. Kikikik" kata kak Rui.
"Iyaaaaaa! Tadi itu, sungguh menyeramkan!"
--------------------------------------
Ok, cerita ini aku cepatkan saja ya!
Setelah berjalan2 dan bermain, kami pulang kerumah.
Dan harus belajar untuk besok. Sungguh membosankan.
Saat dirumah, entah! Pikirannku jauh melayang kepada kak Rui.
"Kenapa? Apa ada yang salah? Apa aku mulai jatuh cinta? Tapi? Siapa? Kak Rui? Tidak mungkin. Hahhh-h. Kurasa aku benar2 mnyukainya" kacau ku dalam hati.
***
Ini sudah senin loh! Hari sekolah, memakai seragam lagi, malasnya. Aku masih ingin tidur, masih ingin bermimpi.
Huh!
"Aku barangkat nek"
"Iya hati-hati di jalan"
--------------------------------------
Aku datang di sekolah lebih awal dari biasanya, karena ada piket.
Setelah membereskan kelas aku berjalan2 di sekitar sekolah.
Aku melihat kak Rui sedang asik mengobrol (yang aku tau, kak Rui itu selalu datang pagi) dengan kaka perempuan yang waktu itu, kalau tidak salah namanya Maruya Mari.
Oh Tuhan, mengapa aku cemburu melihat mereka berdua begitu akrab! Ada apa?
Siapa sebenarnya kakak itu? Apa hubungan mereka?
Aku meghelas hafas panjang, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
--------------------------------------
Jam istirahat tiba,
Aku ke kantin sendiri, akhir2 ini shizu sepertinya sangat sibuk, entah apa yg ia kerjakan.
Aku melihat kak Rui, yang sepertinya sedang mencari seseorang.
Aku pura-pura tidak melihatnya,
Tapi? Ternyata kak Rui memanggilku.
"Haaai, Karu-chan!"
"Eh hai. Ada apa?" Jawabku cuek sekali~
"Kau ini kenapa? Nanti pulang ada yang ingin kubicarakan"
"Baiklah"
Aku tidak jadi makan, rasanya ada yang aneh, perasaanku tidak enak! Aku takut! Takut sekali.
"Kak, aku pergi ke kelas dulu"
"Loh? Makan siangmu bagaimana?"
"Aku tidak lapar!"
"Kau sakit?" Tanya kak Rui yg sepertinya khawatir.
"Iya, rasanya begitu menusuk" sambil aku pergi.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, tapi yg penting pulang sekolah ini kau datang ya, di bawah pohon kesemak di belakang sekolah"
***
Jam pulang telah tiba, aku segera ke belakang sekolah untuk menemui kak Rui.
Rupanya kak Rui sudah menungguku.
Kenapa? Jatungku berdetak kencang, aku takut! Rasanya ingin menangis di bahunya. Tapi apa yang harus kutangisi.
"Hai karu, kau lama sekali" kata Rui.
"Maaf, tadi ada urusan sebentar"
"Kau ini kenapa? Seperti tidak ada semangat! Sungguh berbeda dari biasanya. Kau sakit? Aku cemas, kau sudah seperti adikku, walau terkadang menyebalkan hehe"
"Hh, tidak! Aku baik2 saja. Jadi apa yang mau. kau bicarakan?"
"Apa kau mengenal Maruya Mari?"
Ah lagi2 dia, apa benar firasatku, bahwa.... Sudah lupakan.
"Iya aku tau kak. Ada apa?" Tanyaku.
"Bagaimana menurutmu?"
"Apanya?" Tanyaku makin penasaran.
"Ya, bagaimana menurut mu Mari-chan?"
"Oh, dia sangat baik, cantik. Cuma itu yg aku tahu kak. Memangnya kenapa?"
"Apakah aku cocok dengannya?" Tanyanya semangat.
"I-iya, kau tampan dia cantik. Sangat serasi" daaaaan firasatku benar, ok saat ini perasaanku hancur, aku tersenyum getir.
Aku menahan air mata yg sepertinya sudah berkumpul di pelupuk mata.
Oh Tuhan! Kenapa harus seperti ini. Aku tahu, awalnya aku memang benci dia, aku malas harus selalu bertemu, dan cuma dalam waktu kurang lebih 3hari, Kau membuatku mencintainya! Tapi sekarang? Mengapa begini? Apa ini yang terbaik? Apa ini sudah takdir?
Angin berhembus dingin. Ya seperti hati aku yang beku!
Aku terdiam dengan waktu yang cukup lama. Dan kak Rui tetap bercerita, namun aku sama sekali tidak mendengarkannya.
Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yg kacau sekarang.
"Hai, karu-chan, apa kau mendengarkanku?" Tanya Rui.
"Ah iya, maaf kak. Apa yang kau bicarakan tadi?"
"Kau ini, sudahlah, aku akan mentraktirmu, karena aku telah pacaran dengan Mari-chan" jawabnya senang.
"Hah? (Aku kaget sekali, namun kucoba tenang) selamat ya kak!"
"Terimakasih anak kecil"
"Mungkin traktirnya kapan2 saja kak, aku capek sekali, aku permisi, pulang duluan" sambil pergi meniggalkan kak Rui.
"Iya, hati-hati"
--------------------------------------
Saat di jalan pulang,
Aku tidak bisa menahan air mata, mengapa rasa itu datang begitu cepat, kenapa Tuhan tidak membiarkan aku membencinya saja, kenapa aku harus bertemu dengannya, kenapa semuanya begitu menyakitkan, apa ia tau perasaanku? Ya Tuhan, tolong hilangkan perasaan ini. Sudahlah, ini sudah yang terbaik, semoga kak Rui bahagia. Mulai sekarang aku akan sedikit menghindar darinya. Aku ingin melupakannya!
Esoknya,
Aku seperti biasa berangkat ke sekolah.
Aku melihat pemandangan yang cukup menykitkan, kau tau? Yaaaaaa Kak Rui.
Hmmm sudahlah!
***
Saat di kelas aku hanya melamun, aku sama sekali tidak mendengarkan pelajaran hari ini.
"Hei, kau kenapa? Kau sakit?" Tanya shizu.
"Ah, aku tidak2 kenapa2"
--------------------------------------
Saat bel isitirahat berbunyi, aku hanya menghabiskan waktu di ruang UKS untuk berbaring.
Aku sama sekali tidak nafsu makan.
mungkin mau sakit, jadi begini.
Oh iya, jam pelajaran terakhir renang, di gabung dengan kelas 11-2.
Knp kebetulan lagi?
Ah lagipula pak guru ini menyebalkan sekali. Musim dingin masih saja di suruh renang.
***
Jam terakhr pun tiba.
Aku berganti baju renang,
Fiuuuuuh, dingin sekali brrr!
"Hai, anak kecil. Kau pucat sekali" tanya Rui padaku.
"Hai, mungkin kering karena dingin" jawabku yang juga dingin.
Karena kesal melihat Kak Rui yang dari tadi berduaan dengan kak Mari, aku pun meceburkan diri ke kolam,
Tanpa pemanasan,
Beberapa menit kemudian aku merasakan kaki ku kram sekali.
Rasanya seperti tenggelam!
Aku meminta tolong,
Namun kurasa semua sedang pemansan. Tolong, siapa saja yang mendengarku, tolong aku.
Heniiiing! Gelap, semua terasa gelap.
Tapi, di kejauhan seperti ada malaikat yang menyalamatkan ku, tidak begitu jelas. Yang pasti aku di gendong dan di bawa ke atas. Malakat tampan!
Ternyata itu adalah kak Rui, yg dengan panik langsung memberikan Pertolonga Pertama, iya memompa perutku.
"Uhuk uhuk" aku tersadar.
"Kau baik2 saja?" Tanya kak Rui panik.
"Aaah, mana malaikat tadi? Aku dimana?"
"Malaikat? Kau bermimpi ya? Tadi kau tenggelam di kolam renang, lalu aku angkat kau"
"Ah, terimakasih"
"Sama2, kau sudah makan sebelum renang? Pemansan?" Tanya Kak Rui.
Aku menggeleng.
"Anak kecil, tetap anak kecil, selalu nakal" ejeknya.
"Sudah sebaiknya kau beristirahat di UKS, jangan ikut pelajaran ini dulu, kau minta makan saja di UKS, Rui antar dia" perintah pak Guru.
"Baik pak" jawab Rui siap.
Saat aku dan Rui berjalan menuju UKS,
Seseorang memanggil Rui.
"Eh, kau mau kemana Rui? Romantis sekali, jalan berdua sambil rangkulan seperti itu?" Tanya cewek itu yg ternyata Kak Mari.
"Kau jangan salah paham, aku hanya mengantar anak ini ke UKS, apa kau tidak lihat? Ia sedang sakit. Mana boleh kubiarkan. Apalagi dia sudah ku anggap adikku sendiri" bela Rui.
"Oh jadi kau membela anak ini?" Sepertinya Kak Mari cemburu, padahal mereka baru 1 hari berpacaran,
Akupun ikut membuka mulut.
"Sudah2, lebih baik aku ke UKS sendiri, terimakasih kak bantuannya" kataku.
"Apa kau bisa? Kau tak apa2? Mari, biar ku bantu" tanya kak Rui. Sepertinya ia cemas sekali.
"Aku bisa sendiri kak. Pergilah"
"Baik, hati-hati ya"
"Iya terimakasih"
Bisa dilihat, kak Mari tersenyum, ia tersenyum seperti telah memenangkan sesuatu dengan licik.
Tuhan? Mengapa engkau memberikan kak Rui yg begitu baik kepada org seperti itu? Ah mungkin itu hanya firasatku.
Aku berjalan sendiri menuju UKS. Pusing sekali.
Ayo sebentar lagi sampai.
***
Aku sudah dirumah,
Loh? Apa yang terjadi? Mengapa aku disni?
Ini kamarku?
Semuanya membuatku bingung.
Hah! Ada apa ini sebenarnya.
Aku memanggil nenek.
"Neeek! Nenek" teriakku. Rasanya lemas sekali.
Nenek tidak mendengarku sepertinya, lalu aku bangkit dari tempat tidurku, untuk mencari nenek!
Aaaah pusing sekali. Semuanya serasa tidak menyenangkan.
Nenek kemana? Kok sepi sekali. Sudahlah sebaiknya aku beristirahat saja.
"Ah aku lapar, ingin makan.. Tapi dirumah sangat sepi. Nenek kemana ya? Aku coba cari deh"
Aku mencarinya ke ruang tamu tidak ada, dapur tidak ada, toilet pun tidak ada, nenek dimana ya! Apa aku ke kamarnya saja? Baiklah aku coba ke kamarnya.
Tapi aku tidak menemukan nenek, aku hanya melihat sebuah surat di atas meja.
Karena penasaran aku buka dan aku baca surat tersebut.
Aku shock sekali. Aku menangis membaca surat itu.
Rasanya tidak percaya.
Aku pun mengembalikan surat itu! Lalu kembali ke kamar, entah rasa laparku hilang. Aku benar2 terkejut.
***
Keesokan harinya, nenek sedang membuat sarapan.
Aku tidak bertanya tentang kemana kemarin dan tentang surat itu. Aku pura2 tidak mengetahuinya.
Setelah sarapan aku berangkat ke sekolah.
Seperti biasa (lagi) aku menjalani rutinitasku.
Tapi jam pulang ada club memasak. Mungkin aku akan pulang telat.
Tiba-tiba saja saat aku akan mengambil tasku untuk ke club memasak, aku merasakan sakit di bagian kepala. Sakit sekali.
Tapi kucoba bertahan
Aku jalan dengan sempoyongan.
Hingga akhirnya bruuuugh! Semua terlihat gelap.
Samar-samar kumendengar suara Shizu.
"Bangun, Karu-chan bertahanlah. Dokter sebentar lagi datang" kata Shizu panik.
Dokter? Sebenarnya aku ini dimana?! Kenapa harus ada dokter. Padahal aku baik2 saja.
--------------------------------------
Saat aku siuman, aku meliha Shizu tertidur duduk di sampingku.
"Shizu, bangun!" Kataku membangunnkannya.
"Ah syukurlah kau sudah sadar, aku cemas sekali. Kau tidak apa2?"
"Maaf menggangumu, aku tidak apa2. Tapi kenapa aku disini? Ini dimana? Sepertinya asing bagiku"
"Kau di rumah sakit, tadi saat di sekolah kau pingsan, 2jam kau tak sadarkan diri. Maka kau di bawa ke sini, oya kata dokter kau tak boleh kecapaian" jelas Shizu.
aku hanya tersenyum.
"Nenek mana? Apakah aku boleh pulang?" Tanyaku.
"Nenek mu sedang berbicara pada dokter, sebaiknya kau tetap disini, kau masih blm stabil"
"Baiklah, terimakasih telah menemaniku"
"Sama2 karu-chann. oh aku pulang dulu ya ada urusan, maaf tak bisa lama" shizu berpamitan pulang.
"Iya hati-hati dijalan"
Sepi lagi, apa kabar kak Rui ya, apa dia tau aku disini. Paling iya juga tidak akan peduli.
Sudahlah.
--------------------------------------
Nenek memasuki kamarku,
Akhirnya aku menceritakan kejadian kemarin,
Nenek pun menangis. Dia meminta maaf karena baru memberi tahuku sekarang.
Nenek bilang bahwa mulai sekarang aku harus menerima semua ini, ini sudah takdir. Nenek bilang aku harus kuat.
Dan nenek memberiku obat yang sangat banyak. Mungkin jika kau lihat rasanya seperti berjualan.
Tapi, sudahlah. Ini yg terbaik. Aku yakin. Aku akan menuruti semua kata-kata nenek.
***
Aku sudah di perbolehkan pulang,
Malam ini aku duduk sendiri di dekat jendela kamarku, aku memandangi bintang yg cantik.
Aku melihat bintang jatuh, segera ku meminta permohonan kepada bintang jatuh.
"Semoga terkabul" kataku lirih.
Angin malam dingin sekali sangat menusuk.
Jadi kuputuskan untuk tidur saja.
***
1tahun berlalu!
Aku masih dengan obat2an ku.
Ingat saat satu tahun lalu.
Ini hari dimana kencan pertamaku dengan kak Rui.
Mungkin ia sudah lupa.
Kak Rui masih dengan kak Mari.
Tapi banyak gosip yg bilang, kak Mari selingkuh, tapi kak Rui tidak mengetahuinya. Kasian sekali.
Padahal masih ada yg sayang dengannya tulus :)
Tapi dia tidak akan pernah sadar, dan menganggapku hanya adiknya!
Sudah setahun belakangan ini aku menjauh darinya.
***
Saat aku berjalan melewati kelasnya aku melihat mereka seperti bertengkar! Kelas 3 ini, kak Rui dan kak Mari tdak lagi sekelas.
Tapi aku hanya lewat begitu saja.
Aku tidak mau melihatnya.
Tapi sepertinya kak Rui melihatku.
Iya memanggilku dan berjalan ke arahku. Tanpa peduli dengan kak Mari.
"Karu-chan tunggu!" Teriak kak Rui.
Aku diam di tempatku dan menunggu kak Rui.
"Ada apa kak?" Tanyaku saat ia ada di hadapanku.
"Ayo kita pergi, aku ingin mengajakmu jalan! Kau ingat? Aku masih punya janji satu tahun yang lalu? Saat pertama kali aku berpacaran dengan Mari yg menyebalkan itu"
"Kakak kenapa? Ada apa dengan hubungan kalian?"
"Aku putus! Dia benar2 selingkuh. Sungguh sakit sekali. Tapi hanya kau yg bisa menghiburku"
Aku tersenyum menahan tangis.
Aku dan kak Rui berjalan ke sebuah taman.
Kak Rui menceritakan bnyk hal yg sangat percuma selama berpacaran dgn kak Mari. Aku hanya tersenyum dan menjadi pendengar yg baik. Dia juga meminta maaf karena jarang punya waktu buatku lagi.
Aku bilang, aku tidak apa2.
Dan aku berbohong (lagi) karena sebenarnya aku sangan membutuhkannya.
"Karu-chan, kau bnyk berubah ya, kau sudah tidak periang seperti dulu, dan mengapa kau memakai topi tebal begini di saat musim panas kemarin? Mungkin kalau sekarang wajar karena musim dingin" kak Rui bertanya yg membuatku sedikit bingung untuk menjawab karena dulu ia pernah menanyakan hal yg sama seperti ini.
"Aku? Aku masih sama seperti dulu kak. Ini aku :)" aku tersenyum.
"Kau pucat sekali"
"Mungkin karena dingin saja" kataku.
Kami terdiam,
Aku membuka pembicaraan.
"Katanya kakak mau mentraktirku? Aku ingin es krim kak" pintaku.
"Tapi? Dingin2 begini?"
"Iya kak" aku menganggung manja.
"Baiklah, ayo kita beli es krim"
Kami pun tiba di stand es krim.
Saat aku mau memesan es krim, ucapanku di potong oleh kak Rui.
"Tolong es krimnya 2, rasa vanila chocho chip dan mint, 2 scoop ya" kata kak Rui semangat.
"Bagaimna kakak tau rasa es krim kesukaanku?" Tanyaku heran.
"Kau ingat satu tahun lalu? Saat kita ke GreenPark? Kau membeli es krim dengan rasa ini, aku sangat hapal saat pertama kali kita kencan, aku selalu mengingatnya, dan saat ini hal itu terulang lagi, jujur saja aku kangen denganmu" jelas kak Rui.
Aku tercengang, rasanya tidak percaya, aku kira hanya aku yang ingat, aku kira hanya aku yang tau!
Ternyata semua salah. Aku sangat terharu. Dan lagi-lagi rasa tidak mau kehilangan ini muncul lagi.
Kak rui memberikan es krim nya kepadaku.
"Terimakasih kak" kataku.
"Sama-sama, mari duduk situ" ajaknya.
"Baiklah"
Kami mengobrol dengan suka cita, hingga akhrnya semuanya tidak lagi menyenangkan ketika aku merasa ada yg mengalir dari hidungku. Dan aku merasa sakit kepalaku muncul lagi.
Seketika semuanya gelap (lagi). Semuanya kosong. Aku sendiri di kegelapan ini.
Aku merasa semuanya menangis, dan aku melihat seseorang yg bersinar mengajakku pergi.
"Mungkin aku sudah mati" kataku dalam hati.
***
13 December 2011
Pemakaman Hikaru Ramona, di selimuti gerimis salju.
Rui, Shizu, Kakek, Nenek, Ayah, Ibu, Kak Mari. Semuanya berduka cita.
Satu persatu dari mereka pergi meniggalkan upacara pemakamanku.
Hanya tinggal nenek dan Rui.
Sebelum nenek pulang, nenek memberikan sesuatu kepada Rui.
"Nak, ini kotak buatmu dari Hikaru, " kata nenek yang langsung pergi.
Rui yg masih menangis karena sedih, membuka kotak tersebut, di dalamnya ada boneka teddy bear berpasangan buatan hikaru dan sepucuk surat berwarna kuning dengan aroma khas hikaru, dan buku harian Hikaru.
Ia langsung membuka dan membaca surat tersebut.
--------------------------------------
"Dear Kak Rui tersayang,

Kakak, mungkin jika kakak membaca surat ini. Aku sudah berada di alam yg berbeda dengan kakak. Tapi aku harap kakak jangan nangis ya? Aku tidak ingin melihatmu menangis.
Aku disini akan baik2 saja, aku akan selalu tersenyum buat kakak.
Sebenarnya! Aku menyukainmu, aku sangat mencintaimu. Tapi aku tidak bisa bilang, aku takut, karena aku tau kau hanya menganggapku adik perempuanmu. Kau tau? Aku cemburu melihatmu dengan kak Mari, aku sakit! Sakit sekali. Aku ingin membencimu, tapi itu terlalu kejam.
Aku ingin jujur padamu, tapi aku tidak bisa membiarkan kak Mari sakit, jika ia tau. Maka aku pendam saja perasaan ini dan ku anggap semuanya biasa saja.
Aku sangat ingat saat pertama kali kita bertemu. Ha ha lucu sekali ya, sangat aneh sekarang kita bisa begitu akrab.! Tapi aku sangat tidak menyesal dengan pertemuan kita saat itu.
Kak MAAF aku telah membohongimu selama ini, aku menyembunyikan sesuatu.. Aku mengidap penyakit kanker! Kanker otak. Dan kemarin sudah stadium lanjut!
Aku selalu memakain topi, karena rambutku botak akibat kemoterapi yg begitu menyebalkan dan menyakitkan.
Maaf aku menyembunyikan ini semua, aku tidak mau kau khawatr, aku tidak mau membebanimu.
Maafkan aku!
Aku sangat mencintaimu sampai saat ini. Sampai aku harus mati dan meninggalkan kakak. Tapi percayalah suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di surga, dan kita akan banyak makan es krim sepuasnya, tidak perlu lagi kita sekolah. Sangat menyenangkan bukan? Jadi kakak harus rela aku pergi. Aku akan baik2 saja. Jaga dirimu baik2 ya kak. Aku selalu ada di mana kakak berada, rasakanlah :) aku yg sekarang akan menjagamu.
Aku bahagia sekali bisa mengenalmu, dan kemarin di sisa2 hidupku bisa berkencan denganmu untuk ke dua kalinya.
Tapi kalau nanti kita bersama2 di surga! Kita akan selalu berkencan :D
Segini saja ya kak, aku capek menulis. Aku istirahat dulu. Daaaah kak.

aku sangat mencintaimu.

Salam cinta dariku,
Hikaru Ramona"
--------------------------------------
Rui menangis membaca suratku itu!
Lalu dengan senyum termanisnya iya melambaikan tangan pada kuburanku, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
aku berbisik kepada kak Rui,
"Senyumlah untukku, karena aku akan selalu tersenyum untukkmu!"
Rui mendengar samar2 suara itu,
***
Satu tahun kemudian, Rui lulus dari SMU itu.
Dan ia berencana untuk kerja di Amerika, dan hidup bahagia selamanya. Terkadang ia selalu menjengukku di jepang :)
--------------------------------------
Aku dan Dia, memang tidak akan pernah berasama menjalin hubungan.
Namun, hati aku dan dia akan selalu bersama! Hingga kami bersama di surga :')

THE END